Sebuah Gereja Dijadikan Tempat Prostitusi
Jumat, 17 Agustus 2012 22:23 WIB

News.com.au
Gereja Anglikan St Agustin. Halaman dan gudang gereja kerap dijadikan tempat prostitusi
Berita Terkait
- Masjid Dirusak, Kerusuhan di Burma
- Prostitusi Terselubung Marak di Bireuen
- SMA Unggul Pijay Tempati Gedung Baru
- Nasir Djamil: Jangan Rusak Kerukunan Beragama di Aceh
- Berita Gangguan Natal di Aceh Meresahkan Umat
- Jangan Sudutkan Aceh, Natal Di Sini Aman!
- PBB Tepis Jual Tiket Perahu Kiamat
- Cina Tangkap 1000 Penyebar Isu Kiamat
- Haram, Percaya Kiamat 21 Desember
- Islam dan Kristen Agama Terbesar di Dunia
SERAMBINEWS.COM - Prostitusi tak mengenal tempat. Buktinya, halaman dan garasi gereja
Anglikan St. Agustin, di Woodville Garden, Adelaide, Australia telah
dijadikan sebagai tempat prostitusi.
Pendeta gereja St. Agustin, Graham Head menyatakan dirinya telah mengawasi aktivitas selama beberapa waktu.
"Selama beberapa tahun telah terjadi aktivitas seks di area gereja. Ini sudah dilaporkan ke polisi," ujarnya.
Gudang gereja yang terletak di halaman belakang gereja memang disewakan kepada seorang perempuan, yang kini diusir, karena diduga terlibat aktivitas seksual tersebut, seperti yang dilansir News.com.
"Kami telah bertanya pada di (penyewa), apakah mengetahui soal aktivitas ilegal itu," katanya.
Meski telah dibantah oleh si penyewa yang enggan disebutkan namanya itu, namun pihak gereja memutuskan untuk 'mengusir' si penyewa dari gudang yang telah ditempatinya selama 14 tahun.
"Tidak ada yang menjelaskan kepada saya apa yang terjadi. Mereka [gereja] hanya meminta saya mengosongkan tempat itu," ujarnya.
Namun ia mengakui dirinya sering melihat beberapa mobil parkir di halaman gereja. Dan melihat beberapa perempuan bersama lelaki di dekat pintu masuk halaman gereja.
Ia hanya mengungkapkan bahwa beberapa perempuan sering datang ke halaman belakang gereja dan mengizinkan mereka untuk menggunakan gudang.
"Saya tutup mata dengan apa yang terjadi. Saye merasa simpati dengan mereka [perempuan-perempuan] itu," imbuhnya.
Sementara itu, pendeta Graham meminta maaf kepada warga sekitar terkait dengan adanya aktivitas seks di sekitar gereja.
Pendeta gereja St. Agustin, Graham Head menyatakan dirinya telah mengawasi aktivitas selama beberapa waktu.
"Selama beberapa tahun telah terjadi aktivitas seks di area gereja. Ini sudah dilaporkan ke polisi," ujarnya.
Gudang gereja yang terletak di halaman belakang gereja memang disewakan kepada seorang perempuan, yang kini diusir, karena diduga terlibat aktivitas seksual tersebut, seperti yang dilansir News.com.
"Kami telah bertanya pada di (penyewa), apakah mengetahui soal aktivitas ilegal itu," katanya.
Meski telah dibantah oleh si penyewa yang enggan disebutkan namanya itu, namun pihak gereja memutuskan untuk 'mengusir' si penyewa dari gudang yang telah ditempatinya selama 14 tahun.
"Tidak ada yang menjelaskan kepada saya apa yang terjadi. Mereka [gereja] hanya meminta saya mengosongkan tempat itu," ujarnya.
Namun ia mengakui dirinya sering melihat beberapa mobil parkir di halaman gereja. Dan melihat beberapa perempuan bersama lelaki di dekat pintu masuk halaman gereja.
Ia hanya mengungkapkan bahwa beberapa perempuan sering datang ke halaman belakang gereja dan mengizinkan mereka untuk menggunakan gudang.
"Saya tutup mata dengan apa yang terjadi. Saye merasa simpati dengan mereka [perempuan-perempuan] itu," imbuhnya.
Sementara itu, pendeta Graham meminta maaf kepada warga sekitar terkait dengan adanya aktivitas seks di sekitar gereja.
Editor : mufti
Sumber : Kompas.com
