Delapan Ruko Terbakar di Meulaboh, 26 Jiwa Lebaran di Tenda
Minggu, 19 Agustus 2012 15:13 WIB

SERAMBINEWS.COM/RIZWAN
Delapan rumah toto (ruko) berkontruksi papan, Minggu (19/8/2012) pagi terbakar di Meulaboh, Aceh Barat. Sebanyak,26 jiwa terpaksa berlebaran Idul Fitri 1433 H di tenda darurat yang didirikan di sekitar lokasi tersebut.
Laporan: Rizwan | Aceh Barat
SERAMBINEWS.COM, MEULABOH- Sebanyak delapan rumahtoko (ruko) berkontruksi papan, Minggu (19/8/2012) pagi terbakar di Meulaboh, Aceh Barat.
Musibah pukul 07.00 WIB pagi lebaran itu menyebabkan 26 jiwa terpaksa berlebaran Idul Fitri 1433 H di tenda darurat yang didirikan di sekitar lokasi tersebut.
Keterangan diperoleh Serambinews.com, kebakaran terjadi saat warga ingin melaksanakan shalat Idul Fitri. Namun tiba-tiba asap mengepung dari salah satu rumah sehingga menimbulkan kepanikan ribuan warga sekitar lokasi sebab lokasi yang kebakaran padat penduduk yakni di Simpang KB, Desa Drien Rampak, Kecamatan Johan Pahlawan.
Warga bekerja ekstra menyiram dan dikerahkan armada kebakaran api berhasil dipadamkan, tetapi seluruh harta benda bersama ruko ludes. Tak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran pada pagi lebaran Idul Fitri.
Kedelapan ruko itu adalah milik Tgk Marjani (2 jiwa), Rafiah (5 jiwa), Ridwan (4 jiwa), Nurdin Tgk Asmada (2 jiwa), Agus (1 jiwa), Rosmawi (3 jiwa), dan Tgk Salamuddin (4 jiwa). Ruko terbakar itu berderetan yakni berjualan berbagai jenis barang klontong. Kecuali itu, sekitar 2 jam kemudian Pemkab bersama Muspika Johan Pahlawan mendirikan sebuah tenda guna menampung para korban kebakaran.
“Untuk penyebab kebakaran masih dilakukan pemeriksaan oleh polisi, sebab ada informasi dari konsleting dan ada juga informasi dari gas meledak,” ujar Camat Johan Pahlawan, Abdullah kepada Serambinews.com.(*)
SERAMBINEWS.COM, MEULABOH- Sebanyak delapan rumahtoko (ruko) berkontruksi papan, Minggu (19/8/2012) pagi terbakar di Meulaboh, Aceh Barat.
Musibah pukul 07.00 WIB pagi lebaran itu menyebabkan 26 jiwa terpaksa berlebaran Idul Fitri 1433 H di tenda darurat yang didirikan di sekitar lokasi tersebut.
Keterangan diperoleh Serambinews.com, kebakaran terjadi saat warga ingin melaksanakan shalat Idul Fitri. Namun tiba-tiba asap mengepung dari salah satu rumah sehingga menimbulkan kepanikan ribuan warga sekitar lokasi sebab lokasi yang kebakaran padat penduduk yakni di Simpang KB, Desa Drien Rampak, Kecamatan Johan Pahlawan.
Warga bekerja ekstra menyiram dan dikerahkan armada kebakaran api berhasil dipadamkan, tetapi seluruh harta benda bersama ruko ludes. Tak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran pada pagi lebaran Idul Fitri.
Kedelapan ruko itu adalah milik Tgk Marjani (2 jiwa), Rafiah (5 jiwa), Ridwan (4 jiwa), Nurdin Tgk Asmada (2 jiwa), Agus (1 jiwa), Rosmawi (3 jiwa), dan Tgk Salamuddin (4 jiwa). Ruko terbakar itu berderetan yakni berjualan berbagai jenis barang klontong. Kecuali itu, sekitar 2 jam kemudian Pemkab bersama Muspika Johan Pahlawan mendirikan sebuah tenda guna menampung para korban kebakaran.
“Untuk penyebab kebakaran masih dilakukan pemeriksaan oleh polisi, sebab ada informasi dari konsleting dan ada juga informasi dari gas meledak,” ujar Camat Johan Pahlawan, Abdullah kepada Serambinews.com.(*)
Editor : ampuh
