Liputan Idul Fitir 1433 H
Gema Takbir Bersaing dengan Letusan Petasan
beberapa warga membakar kembang api dan meledakkan petasan saat rombongan pawai takbir melintas
Laporan
Zainal Arifin M Nur | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA
ACEH – Pawai takbir di Kota Banda Aceh, Sabtu (18/08/2012) berlangsung meriah.
Gema takbir yang bersahut-sahutan dari ribuan orang yang berjalan kaki dan kendaraan
yang dihias beraneka warna, membuat haru warga kota. Di beberapa titik, gema
takbir bersaing dengan dentuman mercon (petasan) ukuran besar.
Suasana haru terekam
jelas dari rona wajah ribuan warga yang berjejer di sepanjang jalan untuk
menonton pawai takbir. “Tak tahu ya,
tiba-tiba saja mata saya berkaca-kaca
dan merinding saat melihat antusiasme warga dan semangat para peserta
pawai saat mengumandangkan Kebesaran Allah (takbir),” ungkap Mulyadi (34), warga Lubok
Batee, Ingin Jaya, Aceh Besar, yang menonton pawai takbir di Jalan Tgk Chik
Ditiro, kawasan Simpang Surabaya, Banda Aceh.
Mulyadi yang
beristrikan warga Aceh Besar ini mengaku, keharuannya bukan karena ingat
kampung halamannya di Kabupaten Pidie Jaya, karena dia sudah terbiasa berlebaran
di Banda Aceh/Aceh Besar. “Mungkin ada juga ya yang terharu karena ingat
kampung halaman saat mendengar takbir,” ujarnya sambil tersenyum.
Di beberapa titik, gema
takbir yang dikumandangkan oleh peserta pawai bersaing dengan dentuman petasan
berukuran besar. “Di kawasan Simpang Lima macet total karena warga memenuhi
badan jalan untuk menonton pawai takbir, sekaligus menonton warga yang membakar
kembang api dan petasan, beberapa di antaranya
berukuran cukup besar,” kata Bastian warga Punge Jurong.
“Saya tidak tahu,
apakah kegiatan pembakaran petasan ini dilakukan saat pawai takbir lewat,
karena saat saya melintas di kawasan itu, rombongan terakhir dari pawai takbir baru
saja melintas ke arah Masjid Raya Baiturrahman,” tambahnya.