Sabtu, 29 November 2014
Serambi Indonesia

Idul Fitri di Hawaii

Rabu, 22 Agustus 2012 09:43 WIB

Idul Fitri di Hawaii
ISMAIL SULAIMAN
OLEH ISMAIL SULAIMAN, Dosen STAIN Zawiyah Cot Kala, Langsa, melaporkan dari Hawaii

HARI Minggu lalu merupakan hari spesial bagi kaum muslimin di Hawaii, Amerika Serikat. Maklum, pada hari itu mereka merayakan Idul Fitri 1433 Hijriah. Mereka berbondong-bondong ke McCoy Pavilion untuk melaksanakan shalat Ied berjamaah.

Tampak wajah dan mata mereka berbinar, tanda gembira menyambut datangnya hari kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa. Suasana Hawaii yang asri ditambah cuaca yang sejuk, membuat negara bagian Amerika Serikat yang berada di Samudra Pasifik ini pada hari Minggu lalu itu, semakin mengasyikkan.

Embusan angin sepoi-sepoi di balik McCoy Pavilion, tempat shalat Ied dilaksanakan, membuat suasana tambah menyenangkan. Demikianlah, di paviliun tersebut berhimpun masyarakat muslim dari berbagai penjuru dunia, termasuk beberapa orang mahasiswa asal Aceh yang sedang melanjutkan studinya di University of Hawaii.

Keramahtamahan dan sikap mereka yang bersahabat dan kompak membuat saya tidak merasa terasing, walaupun baru beberapa hari tiba di “negeri aloha” ini.

Di Hawaii, 1 Syawalnya jatuh pada hari Minggu, 19 Agustus 2012, sama halnya dengan di Indonesia. Pihak panitia di sini selalu gencar menginformasikan kegiatan 1 Syawal. Paling banyak informasinya dipublikasi di website Asosiasi Muslim Hawaii.

Kegiatan shalat Ied pun dimulai dengan kumandang takbir dan tahmid oleh beberapa jemaah yang duduk di saf terdepan. Sementara itu, sesekali panitia mengingatkan kepada masyarakat muslim Hawaii untuk segera membayar zakat sebelum shalat dimulai.

Tepat pukul 10 pagi, shalat Ied dimulai. Imamnya Syeikh Ismail. Ayat-ayat Alquran yang dia lantunkan sangat merdu dan fasih, sehingga menambah kekhusyukan jamaah.

Setelah jadi imam, Syeikh Ismail menyampaikan khutbah Idul Fitri.  Intisari dari khutbahnya adalah ia harapkan kaum muslimin di Hawaii benar-benar menjalankan perintah Allah dan rasulnya dengan sebenar-benar iman serta selalu menjalin silaturahmi dengan sesama umat Islam, baik di Hawaii maupun di negara lain.

Setelah shalat Ied selesai, kami pun saling bersilaturahmi dan berjabat tangan. Dilanjutkan dengan suguhan makanan oleh panitia. Semua yang hadir menikmati suguhan tersebut sepuasnya. Acara disambung dengan halal bihalal serta cengkerama antarhadirin. Ini sesi paling menyenangkan. Banyak wajah yang berseri-seri.

Agenda berikutnya adalah memenuhi undangan ke rumah salah seorang warga Indonesia di Hawaii. Ke rumahnya naik mobil dari McCoy Pavilion memerlukan waktu sekitar 45 menit. Ramai warga Indonesia dan lainnya di Hawaii datang ke perjamuan itu. Menu yang diandalkan tuan rumah adalah lontong, kari, rendang, opor ayam, sayur lodeh, dan sambal sate. Hidangan ini membuat kami serasa seperti di kampung sendiri.

Setelah tuntas acara silaturahmi dengan masyarakat Indonesia perantauan dan mencicipi menu yang dihidangkan, akhirnya kami pun kembali ke alamat masing-masing. Mulai disibukkan lagi oleh rutinitas seperti biasanya. Suasana Lebaran terasa lebih pendek di Hawaii.

Tak dapat dipungkiri, rindu akan kampung halaman, orang tua, sanak saudara, dan sahabat, tetap terasa mengisi relung-relung hati. Namun, suasana kebersamaan dengan sesama muslim di negeri aloha ini, membuat rindu akan kampung halaman sedikit terobati.

Akhirnya, dari Hawaii yang permai, kami ucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1433 H. Mohon maaf lahir dan batin.

* Bila Anda punya informasi menarik, kirimkan naskah dan fotonya serta identitas Anda ke email: redaksi@serambinews.com
Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas