Gubernur: Ungkap Pelaku Ilegal Logging di Agara
Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah memerintahkan pihak terkait untuk segera mengusut perambah hutan/pelaku ilegal logging di Aceh
BANDA ACEH - Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah memerintahkan pihak terkait untuk segera mengusut perambah hutan/pelaku ilegal logging di Aceh Tenggara (Agara) yang telah menyebabkan terjadinya banjir bandang di kabupaten itu, Jumat (17/8) malam, sehingga 172 rumah rusak.
“Kita jangan hanya melihat dari sisi mudahnya mencari uang dengan memotong kayu. Tapi ini pada hakikatnya adalah perbuatan merusak alam. Maka, siapa saja yang melakukannya harus diusut, diungkap, dan ditindak,” kata Zaini Abdullah kepada wartawan di sela-sela melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin (RSUZA) dan sejumlah dinas, Kamis (23/8).
Menurut Zaini, pemicu utama terjadinya banjir bandang adalah pembalakan liar (ilegal logging), sehingga penyerapan air di pegunungan tak lagi maksimal. Kondisi ini, katanya, tak boleh terus dibiarkan, karena akan mengundang bencana yang lebih besar lagi.
Zaini mengaku nyaris tak percaya bahwa masih terjadi pembalakan liar di Aceh. “Kita harus turun ke lapangan secara bersama-sama untuk melihat aktivitas ilegal logging dan dampaknya, serta mengambil langkah-langkah konkret untuk menghentikan semua ini,” ungkapnya.
Zaini menambahkan, pelaku pembalakan liar bukan saja telah melanggar aturan dan undang-undang, tetapi juga telah mendatangkan kesengsaraan bagi korban yang dilanda banjir. “Perbuatan itu melanggar hukum secara kemanusiaan, peraturan yang kita bikin dan juga peraturan Tuhan. Kayu dapat menyerap air, tapi mengapa kita memotongnya,” tegas Zaini.
Sementara itu, Pangdam Iskandar Muda (IM), Mayjen TNI Zahari Siregar bersama rombongan dikabarkan akan berkunjung hari ini, Jumat (24/8), ke Agara untuk meninjau korban banjir dan dampak banjir bandang maupun tanah longsor di kawasan Desa Naga Timbul, Sukadamai, Gaya Sendah, Desa Sepakat, dan Bunbun Indah, Kecamatan Leuser.
Informasi tersebut diperoleh Serambi dari Drs Jamanuddin MAP, Kabag Kesra Setdakab Agara yang juga Ketua Posko Penanggulangan Banjir Bandang dan Tanah Longsor Agara, Kamis (23/8).
Menurutnya, Pangdam IM akan tiba di Leuser dari Banda Aceh pukul 10.00 WIB pagi ini naik helikopter. Selanjutnya berangkat naik helikopter ke Stadion Haji Syahadat Kutacane. Kemudian, pukul 15.00 WIB Pangdam Mayjen Zahari Siregar akan di-peusijuek (ditepungtawari) di Pendapa Bupati Agara oleh Bupati Agara Hasanuddin Beruh MM, tokoh adat, dan ulama setempat.
Pangdam IM direncanakan menginap di pendapa bupati dan Sabtu (25/8) pagi kembali ke Banda Aceh naik helikopter. Dandim 0108 Agara, Letkol Inf, Andi Roediprijatna W yang dikonfirmasi Serambi, Kamis (23/8), membenarkan informasi tersebut. “Helikopter yang membawa Panglima dari Banda Aceh akan mendarat di Paya Blang, Kecamatan Mardinding, Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara,” ujar Letkol Andi.
Sementara itu, dari sebuah sumber di Agara tadi malam diperoleh informasi bahwa Wagub Muzakir Manaf pun akan meninjau korban dan dampak banjir bandang di Agara. Tapi kemungkinan Wagub tak bisa datang bersamaan dengan kunjungan Pangdam IM, karena hingga kemarin ia masih berada di Malaysia. (sar/as)