Perampok Bertopeng Gasak Emas 150 Gram dan Uang Rp 170 Juta
Selasa, 28 Agustus 2012 21:44 WIB
Berita Terkait
- Guru SMPN 5 Langsa Kritis Dirampok
- Toke Bangunan Dirampok, Penjaga Bergumul Dengan Pelaku
- Pangdam IM Buka TMMD di Aceh Jaya
- Hakim Bebaskan Ratu Perampokan
- Pelaku Perampokan Bank BRI Meukek Lari ke Gunung
- Pria Bersenpi Gagal Rampok Bank BRI Meukek
- Galus Fokuskan Jagung
- Wabup Panen Perdana Padi Percontohan
- Rp10 Juta per Ha untuk Petani
- Kadin: Tinjau Ulang Penutupan Kilang Padi
SERAMBINEWS.COM, LUWU UTARA - Nasib nahas menimpa M Arsyad
(48), pengusaha jagung di Desa Pattimang, Kecamatan malangke, Kabupaten
Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Uang Rp 170 juta beserta perhiasan emas
150 gram miliknya raib digasak kawanan perampok bertopeng.
Peristiwa itu terjadi pada Senin (27/8/2012), sekitar pukul 03.00 WITA. Saat itu, M Arsyad sedang tertidur lelap. Tiba-tiba saja, sepuluh orang perampok bertopeng masuk ke dalam rumahnya.
Menurut Kasat Reskrim Polres Luwu Utara Ajun Komisaris Polisi (AKP) Abd Nur Adnan, perampokan yang disertai kekerasan itu mengakibatkan korban menderita luka bacokan.
"Saat itu M Arsyad bersama keluarganya tertidur lelap, dan tiba tiba muncul komplotan perampok bertopeng dengan membawa parang, lalu membacok korban pada bagian kepalanya. Sementara sang istri Hj Tati Tak bisa berbuat banyak karena ketakutan," ungkap Adnan, Selasa (28/8/2012).
Akibat luka di kepalanya, M Arsyad pun dilarikan ke Rumah Sakit Umum Masamba. Uang korban Rp 170 juta dan 150 gram emas miliknya yang tersimpan di lemari berhasil dibawa kabur komplotan itu.
"Kami sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku yang diduga kabur ke wilayah Kabupaten Pinrang," tambah Andan.
Peristiwa itu terjadi pada Senin (27/8/2012), sekitar pukul 03.00 WITA. Saat itu, M Arsyad sedang tertidur lelap. Tiba-tiba saja, sepuluh orang perampok bertopeng masuk ke dalam rumahnya.
Menurut Kasat Reskrim Polres Luwu Utara Ajun Komisaris Polisi (AKP) Abd Nur Adnan, perampokan yang disertai kekerasan itu mengakibatkan korban menderita luka bacokan.
"Saat itu M Arsyad bersama keluarganya tertidur lelap, dan tiba tiba muncul komplotan perampok bertopeng dengan membawa parang, lalu membacok korban pada bagian kepalanya. Sementara sang istri Hj Tati Tak bisa berbuat banyak karena ketakutan," ungkap Adnan, Selasa (28/8/2012).
Akibat luka di kepalanya, M Arsyad pun dilarikan ke Rumah Sakit Umum Masamba. Uang korban Rp 170 juta dan 150 gram emas miliknya yang tersimpan di lemari berhasil dibawa kabur komplotan itu.
"Kami sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku yang diduga kabur ke wilayah Kabupaten Pinrang," tambah Andan.
Editor : Boyozamy
Sumber : Kompas.com
