Polisi Tangkap Terduga Pembunuh Santri
Setelah melakukan penyidikan di sekitar lokasi pembunuhan serta memeriksa beberapa orang warga termasuk teman sekolah korban
SERAMBINEWS.COM, LUWU UTARA - Setelah melakukan penyidikan di sekitar lokasi pembunuhan serta memeriksa beberapa orang warga termasuk teman sekolah korban, aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Bonebone akhirnya menangkap RN (22), Minggu (02/9/2012) sekitar pukul 10.15 Wita di kediamannya di Dusun Kanjiro Desa Patoloan Kecamatan Bonebone, Kabupaten Luwu Utara Sulawesi Selatan.
RN diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan sadis terhadap Wais Kuncoro Widodo (17), santri Pasantren Al-Falah. RN (22), pemuda warga Desa Patoloan, Kecamatan Bonebone, Kabupten Luwu Utara, ditangkap di rumahnya pada Minggu (2/9/2012) siang. Saat penggerebekan di rumah RN, anggota Unit Rekasi Cepat Reskrim Polsek Bonebone, menemukan barang bukti berupa telepon genggam, dan juga satu unit sepeda motor milik korban.
Kepala Polisi Sektor (Polsek) Bonebone Komosaris Polisi Hamuddin membenarkan adanya penangkapan yang diduga sebagai pelaku pembunuhan santri Al-Falah. Menurutnya, penangkapan terhadap RN berkat kerja keras petugas dan petunjuk pemeriksaan empat saksi, termasuk tiga di antaranya teman kelas korban.
"Dari rumah lelaki RN, kami menemukan barang bukti Hp dan sepeda motor milik korban yang saat ini kita sita," tutur Kompol Hamuddin, Minggu (2/9/2012).
Saat ini, RN berada di Mapolsek Bonebone guna menjalani pemeriksaan, namun belum diketahui apa motif dari pembunuhan tersebut, karena penyidik belum mengorek keterangan secara mendetail. Hal ini disebabkan sejak ditangkap Minggu (02/09/2012) siang tadi, RN masih dalam kondisi depresi.
Sekadar diketahui, Warga Kecamatan Bonebone, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, digegerkan dengan penemuan mayat di Sungai Kanjiro, Dusun Kanjiro, Desa Patoloan. Korban diketahui bernama Wais Rio Kuncoro Widodo (17), santri Pasantren Al-Falah. Rois diduga tewas dibunuh karena ditemukan luka bekas hantaman benda keras di bagian wajah dan tubuhnya.
Sebelum ditemukan, warga yang bermukim disekitar Sungai Kanjiro, Kecamatan Bonebone, Kabupten Luwu Utara, sempat mendengar suara minta tolong. Setelah menyisir sumber beberapa jam kemudian, warga menemukan jasad korban dalam kondisi terkubur di pasir sungai, dengan penuh luka dan berlumuran darah,.sekitar pukul 23.30 Wita, Rabu (29/8/2012) malam.