Senin, 2 Maret 2015
Home » Opini

Teknologi Pendidikan

Senin, 3 September 2012 08:56 WIB

TEKNOLOGI pendidikan seringkali didefinisikan sebagai penerapan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan dalam menyelesaikan permasalahan belajar. Menurut Para ahli, ilmu dan teknologi tidak terpisahkan dengan upaya mencari penyelesaian dalam berbagai masalah pendidikan. Kegiatan yang mula sekali digarap dalam teknologi pendidikan adalah mengembangkan pembelajaran terprogram. Hadirnya komputer, lahirnya produk program video dan multimedia interaktif dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran.

Teknologi pendidikan sesuai dengan definisi tahun 1994 telah menetapkan lima kawasan (bidang gerapan), yaitu perancangan, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, dan penilaian. Teknologi pendidikan telah memberikan tempat berkaitan dengan adanya keragaman, spesialisasi, penggabungkan unsur-unsur definisi dan kawasan bidang yang tradisional sekalipun. Setiap kawasan dalam bidang teknologi pendidikan memberikan sumbangan terhadap teori dan praktek sebagai landasan profesi teknologi pendidikan.

Teknologi pendidikan mencakup pengertian belajar melalui media massa, sistem pelayanan pembelajaran serta sistem pengelolaan pendidikan dan pembelajaran. Teknologi dalam pendidikan digunakan untuk menjelaskan penerapan teknologi pada sistem pelayanan pendidikan seperti pelaporan nilai, jadwal kegiatan dan keuangan. Teknologi pembelajaran didefinisikan sebagai bagian dari teknologi pendidikan dengan alasan bahwa instruksional (pembelajaran) merupakan bagian dari pendidikan yang sifatatnya terarah dan terkendali. Teknologi pendidikan merupakan aplikasi strategi dan taktik yang sistemik dan sistematik yang diadopsi dari konsep ilmu perilaku, ilmu pengetahuan alam dan pengetahuan lainnya yang digunakan dalam upaya memecahkan masalah pembelajaran.  

 Mengalami perubahan
Kawasan pengembangan teknologi pendidikan berakar pada produksi media melalui proses yang terus mengalami perubahan dalam kemampuan media yang kemudian berakibat pada perubahan dalam kawasan (bidang garapan). Terhadap kawasan (bidang garapan) pengembangan dapat diorganisasikan dengan empat kategori teknologi, yaitu: (1)  Teknologi cetak sebagai penyedia landasan untuk kategori yang lainnya; (2) Teknologi audiovisual; (3) Teknologi berasaskan komputer, dan; (4) Teknologi terpadu. Kawasan pengembangan juga mencakup berbagai fungsi perancangan, produksi dan penyampaian, maka suatu bahan dapat dirancang dengan menggunakan satu jenis teknologi, sedang dalam produksi bisa menggunakan teknologi yang lain, dan dalam kegiatan penyampian dapat menggunakan teknologi yang lain lagi.

Konsep perancangan dalam pengertian lain sebagai perancangan sistem pembelajaran yang bersifat makro, seperti mengidentifikasi tujuan umum, tujuan khusus, dan tentang isi (bahan) pembelajaran. Perancangan pendidikan (pembelajaran) yang bersifat makro menentukan dan mengurutkan kegiatan, juga bersifat aplikasi khusus, seperti halnya perancangan layar pada kawasan (bidang garapan) pengembangan dalam teknologi pedidikan.

Dalam konteks kecenderungan dan permasalahan teknologi cetak dan teknologi audiovisual mencakup peningkatan perhatian terhadap perancangan teks, kerumitan visual, dan penggunaan isyarat warna. Kecenderungan dan permasalahan dalam teknologi komputer dan teknologi terpadu dari kawasan pengembangan terletak pada tantangan dalam merancang teknologi interaktif, penerapan konsep konstruktivis, teori belajar sosial, sistem pakar, otonomi peralatan pengembangan, dan aplikasi untuk belajar jauh.

Menurut Seels dan Richey (1996) bahwa dalam perkembangan gerakan pembelajaran audiovisual mengorganisasikan dan mempromosikan penggunaan bahan audiovisual. Persediaan bahan pembelajaran dapat berkembang karena ada peningkatan produksi dan mendorong lahirnya cara baru untuk membantu guru/dosen agar pembelajarannya lebih efektif dan efisien. Pada waktu itu banyak sekolah dan perguruan tinggi mulai mendirikan pusat media pembelajaran, dan proyek pengembangan kurikulum yang masukkan media dalam programnya, sehingga memberikan kontribusi besar terhadap kawasan pemanfaatan ini.

Halaman12
Editor: bakri
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas