Jumat, 28 November 2014
Serambi Indonesia
Home » Opini

Teknologi Pendidikan

Senin, 3 September 2012 08:56 WIB

Oleh Ramli Abdullah

TEKNOLOGI pendidikan seringkali didefinisikan sebagai penerapan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan dalam menyelesaikan permasalahan belajar. Menurut Para ahli, ilmu dan teknologi tidak terpisahkan dengan upaya mencari penyelesaian dalam berbagai masalah pendidikan. Kegiatan yang mula sekali digarap dalam teknologi pendidikan adalah mengembangkan pembelajaran terprogram. Hadirnya komputer, lahirnya produk program video dan multimedia interaktif dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran.

Teknologi pendidikan sesuai dengan definisi tahun 1994 telah menetapkan lima kawasan (bidang gerapan), yaitu perancangan, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, dan penilaian. Teknologi pendidikan telah memberikan tempat berkaitan dengan adanya keragaman, spesialisasi, penggabungkan unsur-unsur definisi dan kawasan bidang yang tradisional sekalipun. Setiap kawasan dalam bidang teknologi pendidikan memberikan sumbangan terhadap teori dan praktek sebagai landasan profesi teknologi pendidikan.

Teknologi pendidikan mencakup pengertian belajar melalui media massa, sistem pelayanan pembelajaran serta sistem pengelolaan pendidikan dan pembelajaran. Teknologi dalam pendidikan digunakan untuk menjelaskan penerapan teknologi pada sistem pelayanan pendidikan seperti pelaporan nilai, jadwal kegiatan dan keuangan. Teknologi pembelajaran didefinisikan sebagai bagian dari teknologi pendidikan dengan alasan bahwa instruksional (pembelajaran) merupakan bagian dari pendidikan yang sifatatnya terarah dan terkendali. Teknologi pendidikan merupakan aplikasi strategi dan taktik yang sistemik dan sistematik yang diadopsi dari konsep ilmu perilaku, ilmu pengetahuan alam dan pengetahuan lainnya yang digunakan dalam upaya memecahkan masalah pembelajaran.  

 Mengalami perubahan
Kawasan pengembangan teknologi pendidikan berakar pada produksi media melalui proses yang terus mengalami perubahan dalam kemampuan media yang kemudian berakibat pada perubahan dalam kawasan (bidang garapan). Terhadap kawasan (bidang garapan) pengembangan dapat diorganisasikan dengan empat kategori teknologi, yaitu: (1)  Teknologi cetak sebagai penyedia landasan untuk kategori yang lainnya; (2) Teknologi audiovisual; (3) Teknologi berasaskan komputer, dan; (4) Teknologi terpadu. Kawasan pengembangan juga mencakup berbagai fungsi perancangan, produksi dan penyampaian, maka suatu bahan dapat dirancang dengan menggunakan satu jenis teknologi, sedang dalam produksi bisa menggunakan teknologi yang lain, dan dalam kegiatan penyampian dapat menggunakan teknologi yang lain lagi.

Konsep perancangan dalam pengertian lain sebagai perancangan sistem pembelajaran yang bersifat makro, seperti mengidentifikasi tujuan umum, tujuan khusus, dan tentang isi (bahan) pembelajaran. Perancangan pendidikan (pembelajaran) yang bersifat makro menentukan dan mengurutkan kegiatan, juga bersifat aplikasi khusus, seperti halnya perancangan layar pada kawasan (bidang garapan) pengembangan dalam teknologi pedidikan.

Dalam konteks kecenderungan dan permasalahan teknologi cetak dan teknologi audiovisual mencakup peningkatan perhatian terhadap perancangan teks, kerumitan visual, dan penggunaan isyarat warna. Kecenderungan dan permasalahan dalam teknologi komputer dan teknologi terpadu dari kawasan pengembangan terletak pada tantangan dalam merancang teknologi interaktif, penerapan konsep konstruktivis, teori belajar sosial, sistem pakar, otonomi peralatan pengembangan, dan aplikasi untuk belajar jauh.

Menurut Seels dan Richey (1996) bahwa dalam perkembangan gerakan pembelajaran audiovisual mengorganisasikan dan mempromosikan penggunaan bahan audiovisual. Persediaan bahan pembelajaran dapat berkembang karena ada peningkatan produksi dan mendorong lahirnya cara baru untuk membantu guru/dosen agar pembelajarannya lebih efektif dan efisien. Pada waktu itu banyak sekolah dan perguruan tinggi mulai mendirikan pusat media pembelajaran, dan proyek pengembangan kurikulum yang masukkan media dalam programnya, sehingga memberikan kontribusi besar terhadap kawasan pemanfaatan ini.

Konsep pengelolaan merupakan bagian integral dalam teknologi pendidikan dan kawasan yang paling banyak berperan dalam teknologi pendidikan. Setiap ahli secara individu dalam kawasan ini dituntut untuk memberikan pelayanaan pengelolaan dalam berbagai latar. Seorang ahli teknologi pendidikan terlibat dalam pengelolaan proyek pengembangan pembelajaran, pengelolaan terhadap kasus demi kasus yang sangat bervariasi, namun keterampilan pengelolaan yang mendasarinya relatif tetap sama dalam kasus apapun yang digarapnya. Kawasan (bidang garapan) pengelolaan yang dilaksanakan semua berasal dari administrasi pusat media, program media dan pelayanan media.

 Sistem komputerisasi
Adanya pembaruan terhadap perpustakaan dengan program media melahirkan pusat media dan ahli perpustakaan media sekolah, berbagai program media sekolah bergabung dengan bahan cetak dan noncetak sehingga meningkatnya penggunaan sumber teknologikal dalam kurikulum pendidikan. Pengelolaan ini terkait dengan sintesis dari difusi inovasi, teknologi kinerja dan pengelolaan kualitas dapat menjadi alat yang ampuh dalam upaya perubahan organisasi. Penggabungan antara sistem informasi dan pengelolaan akan terus berkembang dan pengambilan keputusan dalam kawasan (bidang garapan) pengelolaan menjadi semakin tergantung pada sistem komputerisasi dan inforamasi.

Kawasan penilaian adalah aktivitas manusia sehari-hari selalu menukar nilai aktivitas atau kejadian berdasarkan kepada sistem penilaian tertentu. Pengembangan program pendidikan formal, banyak di antaranya yang didanai oleh pemerintah pusat karena telah  menentukan program penilaian yang bersifat formal tersebut. Maka oleh karena itu, penilaian terhadap berbagai program ini memerlukan penerapan prosedur yang lebih sistematis dan ilmiah pula.

Perkembangan teknologi pendidikan sebagai suatu gerakan dalam berbagai kawasan (bidang garapan) dan profesi. Profesi berkaitan sekali dengan pengetahuan yang menjadi dasar dari definisi teknologi pendidikan dalam kegiatannya berfokus bahwa teknologi pendidikan sebagai bidang kajian dan praktek. Sedangkan dalam definisinya juga menekankan peran dari pada kaum praktisi, kegiatan para ilmuwan dan kaum praktisi, sebuah proses dan produk sangatlah penting untuk dikembangkan dalam setiap kawasan (bidang garapan) teknologi pendidikan, dan berbagai permasalaham yang susah dimengerti dan dikenali kaum profesi agar dihilangkan  dari definisi teknologi pendidikan.

* Dr. H. Ramli Abdullah, M.Pd, Dosen Tetap Fakultas Tarbiyah IAIN Ar-Raniry Banda Aceh/Lulusan Magister dan Doktor Bidang Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Email: ramliabdullah@yahoo.com
Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas