Diburu Satpol PP, 9 Siswa Loncat ke Kuala
Kamis, 6 September 2012 08:39 WIB

SERAMBI/IDRIS ISMAIL
Anggota Satpol PP dan WH Pidie Jaya mengamankan tujuh sepeda motor milik pelajar yang membolos sekolah di kawasan objek wisata Pantai Manohara, Rabu (5/9).
Berita Terkait
- Murid SDN 7 Putri Betung Tetap Belajar
- Guru Penjakes Bahas Persiapan Porseni
- Kantin Sekolah Muhamadyah Langsa Terbakar
- Pendirian Politeknik Tamiang Ditolak
- Pendaftaran Siswa Baru Mulai 17 Mei
- 240 Guru PAUD Ikut Pelatihan
- Biaya Masuk FBS Rp 25 Juta
- Pelayanan PAUD Baru 40 Persen
- Mahasiswa STIMI Meulaboh Ikut LDK
- UASBN di Aceh Barat Lancar
* Satu Jam Kejar-kejaran di Jalan
MEUREUDU - Lintas alternatif seputaran Meureudu, kemarin, berubah menjadi bak arena balap liar (bali), ketika personil Satpol PP dan WH terlibat kejar-kejaran dengan sepuluh siswa bolos yang menunggangi enam sepeda motor. Pengejaran yang berlangsung nyaris satu jam itu berakhir, ketika para siswa yang ketakutan memilih loncat masuk kuala dan meninggalkan sepmor mereka.
Aparat Satpol PP lalu mengamankan ke tujuh unit sepmor itu ke markas mereka, serta hanya berhasil mengamankan satu siswa yang memilih bersembunyi di balik sebuah pohon rimbun.
Operasi penertiban pelajar bolos itu sendiri dilakukan untuk kedua kalinya. Para pelajar itu dipergoki duduk di Cafe Pantai Manohara, Kecamatan Meureudu. Padahal sat itu sedang jam sekolah.
Menyadari kedatangan personil Satpol PP dan WH, para pelajar spontan menggeber sepmor dan terjadilah adegan bak film eksyen, saat awak Satpol PP berusaha memburu para siswa bolos tersebut. “Dalam penjaringan enam unit sepeda motor tersebut, sebelumnya personel Satpol PP dan WH sempat terjadi kejar-kejaran dengan sepuluh pelajar yang sedang menikmati makanan dan minuman di Cafe Pantai Manohara,” ujar Kasatpol PP dan WH Pijay Dra Asiah MM didampingi Komadan Operasi Abubakar, Rabu (5/9).
Dari aksi kejar-kejaran selama 1 jam lebih tersebut, hanya satu pelajar yang diamankan, yaitu Ri dari MAN 2 Meureudu. Selebihnya, sembilan pelajar sukses kabur mengarungi Kuala Meureudu.
Seperti diakui Asiah, pihaknya langsung memboyong enam unit sepeda motor ke kantor guna diamankan. Dijelaskan, keenam Sepmor yang terjaring tersebut, BL 3947 Q jenis TVS, BL 4075 QI jenis Suzuki, BL 6160 PW Supra 125, BL 2455 LS Supra 125, BL 6313 PW jenis Blade, dan satu unit jenis Suzuki tanpa Nomor Polisi (Nopol). “Untuk penyerahan sepmor yang terjaring tersebut, kepada orang tua wali dapat mengambil ke kantor dengan membawa bukti dokumen kelengkapan kendaraan secara asli,” tukasnya.(c43)
MEUREUDU - Lintas alternatif seputaran Meureudu, kemarin, berubah menjadi bak arena balap liar (bali), ketika personil Satpol PP dan WH terlibat kejar-kejaran dengan sepuluh siswa bolos yang menunggangi enam sepeda motor. Pengejaran yang berlangsung nyaris satu jam itu berakhir, ketika para siswa yang ketakutan memilih loncat masuk kuala dan meninggalkan sepmor mereka.
Aparat Satpol PP lalu mengamankan ke tujuh unit sepmor itu ke markas mereka, serta hanya berhasil mengamankan satu siswa yang memilih bersembunyi di balik sebuah pohon rimbun.
Operasi penertiban pelajar bolos itu sendiri dilakukan untuk kedua kalinya. Para pelajar itu dipergoki duduk di Cafe Pantai Manohara, Kecamatan Meureudu. Padahal sat itu sedang jam sekolah.
Menyadari kedatangan personil Satpol PP dan WH, para pelajar spontan menggeber sepmor dan terjadilah adegan bak film eksyen, saat awak Satpol PP berusaha memburu para siswa bolos tersebut. “Dalam penjaringan enam unit sepeda motor tersebut, sebelumnya personel Satpol PP dan WH sempat terjadi kejar-kejaran dengan sepuluh pelajar yang sedang menikmati makanan dan minuman di Cafe Pantai Manohara,” ujar Kasatpol PP dan WH Pijay Dra Asiah MM didampingi Komadan Operasi Abubakar, Rabu (5/9).
Dari aksi kejar-kejaran selama 1 jam lebih tersebut, hanya satu pelajar yang diamankan, yaitu Ri dari MAN 2 Meureudu. Selebihnya, sembilan pelajar sukses kabur mengarungi Kuala Meureudu.
Seperti diakui Asiah, pihaknya langsung memboyong enam unit sepeda motor ke kantor guna diamankan. Dijelaskan, keenam Sepmor yang terjaring tersebut, BL 3947 Q jenis TVS, BL 4075 QI jenis Suzuki, BL 6160 PW Supra 125, BL 2455 LS Supra 125, BL 6313 PW jenis Blade, dan satu unit jenis Suzuki tanpa Nomor Polisi (Nopol). “Untuk penyerahan sepmor yang terjaring tersebut, kepada orang tua wali dapat mengambil ke kantor dengan membawa bukti dokumen kelengkapan kendaraan secara asli,” tukasnya.(c43)
Editor : bakri
