Jumat, 28 November 2014
Serambi Indonesia

Terdakwa Akui Ambil Fee Rp 10 Ribu Per Meter

Kamis, 6 September 2012 09:24 WIB

* Kasus Lahan Blang Panyang

LHOKSEUMAWE - Syaridin Yahya, anggota DPRK Lhokseumawe yang menjadi terdakwa dalam kasus dugaan penipuan dan pembebasan lahan Blang Panyang mengakui mengambil fee Rp 10.000 per meter uang dari pemilik lahan saat pembayaran. Namun, dana itu diambilnya sesuai kesepakatan dengan warga sebelum pembebasan lahan.

Keterangan itu diungkapkan Syaridin dalam sidang lanjutan kasus tersebut di Pengadilan Negeri Lhokseumawe, Rabu (5/9) saat dirinya dimintai keterangan oleh majelis hakim. Sidang itu dipimpin Inrawaldi SH didampingi dua hakim anggota Zulfikar SH dan Azhari SH, serta panitera pengganti Kasihani SH. Dari Jaksa penuntut Umum (JPU dihadiri Vendrio Arthaleza SH. Sedangkan terdakwa didampingi dua pengcaranya, Muliadi SH dan Heni Naslawati SH.

Syaridin mengaku ia didatangi warga Blang Panyang untuk mencari informasi karena ketika itu Pemko Lhokseumawe akan membebaskan lahan untuk pembangunan rumah Sakit. Setelah mendapat persetujuan dari warga, bahwa bayaran untuk mereka Rp 10.000 per meter, lalu Syaridin menawarkan ke Pemko Lhokseumawe dan akhirnya Pemko setuju untuk pebebasan lahan di Blang Panyang dengan harga Rp 20 ribu per meter.

Terdakwa mengaku mengeluarkan modal Rp 200 juta untuk proses lahan itu. Setelah proses administrasi selesai, ia langsung mencairkan cek Rp 4 miliar yang diserahkan pemko di Bank Mandiri Lhokseumawe. “Sesuai kesepakatan, uang saya serahkan ke warga setelah saya  potong 10.000 rupiah per meter,” katanya.

Sisa dana Rp 2 miliar digunakan Syaridin untuk membayar Pajak, operasionalnya dan untuk kebutuhan administrasinya. Syaridin mengaku tidak menghitung lagi berapa dana yang dibawa pulang karena tidak sempat. Usai mendengar terdakwa, Hakim menunda sidang hingga Rabu (12/9) mendatang.(c37)
Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas