Arab Saudi Bangun Kampus Pendidikan Islam di Aceh
Jumat, 7 September 2012 14:09 WIB
Berita Terkait
- Dua Istri Menteri Kunjungi SD Percontohan
- YCAB Resmikan Rumah Belajar di Pidie
- USAID Sosialisasikan Pendidikan
- Sebagian Guru di Tamiang tak Paham SPM
- Mutu Pendidikan di Aceh belum Meningkat
- Ribuan Murid TK Meriahkan Perpisahan dengan Tarian
- Pendirian Politeknik Tamiang Ditolak
- Dana UN belum Cair, Kepsek Terutang
- Kualitas Guru di Aceh Masih Rendah
- Disdik Investasi Dugaan Kebocoran Jawaban UN
BANDA ACEH - Pemerintah Arab Saudi melalui Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud, menyatakan akan membantu pembangunan gedung kampus Pendidikan Islam dan Bahasa Arab di Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar.
Komitmen itu disampaikan dalam acara penandatanganan MoU antara Pihak Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud dengan Dewan Pengurus Masjid Raya Baiturrahman selaku penyedia lahan, di Aula Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Kamis (6/9) malam. MoU pembangunan lembaga pendidikan bernama Ma’had Khadiim Al Haramain Al Syarifain itu, rencananya juga akan ditandatangani oleh Duta Besar Arab Saudi di Indonesia dan Gubernur Aceh.
“Kami berharap dengan adanya kampus baru, akan lebih banyak lagi masyarakat Aceh yang mendalami ilmu keislaman dan Bahasa Arab. Selain membantu pembangunan gedung, kami juga membantu menyediakan tenaga pengajar untuk mendukung proses perkuliahan,” ujar Abdullah Hudhaidh Al-Sulami, Dekan Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud, bidang urusan lembaga di luar negeri, usai penandatanganan MoU tersebut, tadi malam.
Ketua Dewan Pengurus Masjid Raya Baiturrahman, Prof H Azman Ismail mengungkapkan, lembaga pendidikan Islam dan Arab ini sebenarnya sudah berjalan sejak tahun 2007 dengan memanfaatkan gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Banda Aceh. “Hingga sekarang lembaga ini sudah meluluskan sekitar 45 orang, dalam tiga angkatan. Sebagian besar alumninya, saat ini melanjutkan pendidikan di Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) di Jakarta,” ungkapnya.
Dia juga menjelaskan, lembaga pendidikan Ma’had Khadiim Al Haramain Al Syarifain ini, menerima lulusan SLTA sederajat dan akan menjalani perkuliahan selama dua tahun. Untuk memperoleh gelar sarjana S1, para lulusannya bisa melanjutkan pendidikan di LIPIA Jakarta atau di IAIN Ar-Raniry Banda Aceh. Para lulusan yang melanjutkan ke IAIN Ar-Raniry bisa langsung duduk di semester lima, karena telah ada perjanjian antara kedua pihak,” demikian Prof Azman Ismail.(yat)
Komitmen itu disampaikan dalam acara penandatanganan MoU antara Pihak Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud dengan Dewan Pengurus Masjid Raya Baiturrahman selaku penyedia lahan, di Aula Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Kamis (6/9) malam. MoU pembangunan lembaga pendidikan bernama Ma’had Khadiim Al Haramain Al Syarifain itu, rencananya juga akan ditandatangani oleh Duta Besar Arab Saudi di Indonesia dan Gubernur Aceh.
“Kami berharap dengan adanya kampus baru, akan lebih banyak lagi masyarakat Aceh yang mendalami ilmu keislaman dan Bahasa Arab. Selain membantu pembangunan gedung, kami juga membantu menyediakan tenaga pengajar untuk mendukung proses perkuliahan,” ujar Abdullah Hudhaidh Al-Sulami, Dekan Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud, bidang urusan lembaga di luar negeri, usai penandatanganan MoU tersebut, tadi malam.
Ketua Dewan Pengurus Masjid Raya Baiturrahman, Prof H Azman Ismail mengungkapkan, lembaga pendidikan Islam dan Arab ini sebenarnya sudah berjalan sejak tahun 2007 dengan memanfaatkan gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Banda Aceh. “Hingga sekarang lembaga ini sudah meluluskan sekitar 45 orang, dalam tiga angkatan. Sebagian besar alumninya, saat ini melanjutkan pendidikan di Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) di Jakarta,” ungkapnya.
Dia juga menjelaskan, lembaga pendidikan Ma’had Khadiim Al Haramain Al Syarifain ini, menerima lulusan SLTA sederajat dan akan menjalani perkuliahan selama dua tahun. Untuk memperoleh gelar sarjana S1, para lulusannya bisa melanjutkan pendidikan di LIPIA Jakarta atau di IAIN Ar-Raniry Banda Aceh. Para lulusan yang melanjutkan ke IAIN Ar-Raniry bisa langsung duduk di semester lima, karena telah ada perjanjian antara kedua pihak,” demikian Prof Azman Ismail.(yat)
Editor : bakri
