Rabu, 10 Juni 2026

Citizen Reporter

Saat Ahli Bedah Vagina Bertemu

Pesertanya mencapai 500 orang, ada wanita, tapi lebih ramai pria

Tayang:
Editor: hasyim
zoom-inlihat foto Saat Ahli Bedah Vagina Bertemu
Dr ANDALAS SpOG, dosen Fakultas Kedokteran Unsyiah Banda Aceh, melaporkan dari Brisbane, Australia

Dr ANDALAS SpOG, dosen Fakultas Kedokteran Unsyiah Banda Aceh, melaporkan dari Brisbane, Australia

INI pertemuan unik. Pertemuan para ahli kebidanan dan kandungan  dengan minat khusus di bidang uroginekologi, bedah rekonstruksi vagina (kemaluan wanita). Pesertanya mencapai 500 orang, ada wanita, tapi lebih ramai pria.

Pertemuan tahunan yang dinamai workshop ini digelar dengan berpindah-pindah negara penyelenggara. Kali ini tuan rumahnya Australia yang melaksanakannya di Brisbane pada 4-8 September 2012.

Dari Indonesia, tidak banyak yang hadir. Hanya beberapa teman sejawat dari Universitas Indonesia, Unpad Bandung, dan Unair Surabaya.

Pembicaranya semua pakar bidang uroginekologi dari seluruh penjuru dunia. Sebagai pakar uroginekologi, mereka dengan sendirinya adalah pemerhati otot dan ligament pelvis (pita jaringan ikat/lapisan ganda pada bagian panggul hingga selangkangan) yang berfungsi sebagai unsur utama bagi wanita dalam reproduksi.

Dalam workshop ini pada Selasa dan Rabu lalu dibahas teknik terbaru dalam bedah rekonstruksi vagina atau bisa dikatakan hal-hal terbaru dalam teknik operasi bedah kemaluan wanita.

 Puncak acara
Puncak acara pertemuan tahunan ini justru dilaksanakan hari Kamis, 6 September. Hal yang menarik dibahas dalam sesi ini adalah bagaimana dengan operasi yang terencana baik dapat dilakukan bedah vagina dengan hasil optimal demi meningkatkan kualitas hidup wanita. Dibahas juga apakah seorang ibu hamil harus melahirkan secara operasi supaya otot-otot panggulnya tetap terjaga baik sekaligus terhindar dari kemungkinan turun peranakan?

Untuk sejumlah pertanyaan itu tentu saja tak ada jawaban pasti. Malah sebagian pakar beranggapan, persalinan normal tetap merupakan pilihan yang harus dipertimbangkan para dokter. Sebab, belum ada penelitian yang sahih terhadap pendapat bahwa melahirkan melalui operasi sesar (Caesar) justru lebih baik bagi wanita.

Selain itu banyak pula dibahas upaya pilihan operasi pada ibu dengan kasus peranakan turun. Apakah harus memakai teknik operasi per vaginam (melalui vagina) atau dengan membedah dari perut dengan tujuan menghindari gangguan fungsi seksual pascaoperasi?

Isu lain yang menarik dibahas dalam workshop ini adalah usaha meminimalisir komplikasi operasi dengan upaya kerja sama tim operasi yang baik dan persiapan operasi yang baik pula.

Dibanding di tempat lain, hal yang berbeda dengan kita di Aceh adalah pasien hamil, apalagi yang berduit dan ingin selalu tampak sintal, sangat sering minta dioperasi sesegera mungkin. Padahal, sejatinya bedah sesar hanya dilakukan dalam hal emergensi demi keselamatan jiwa sang ibu dan bayinya.

Dalam workshop ini saya juga kebagian kesempatan mempresentasikan sebuah kasus yang kami tangani di Bagian Kebidanan dan Kandungan Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh/Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (Unsyiah). Kasus yang saya paparkan ini jarang terjadi, yakni kegagalan alat kontrasepsi (KB) dalam rahim pada seorang ibu dengan riwayat operasi sesar dua kali, tapi tidak diketahui bahwa dia memiliki dua bilik rahim selama dua kali operasi sebelumnya.

Materi ini cukup menyedot perhatian para peserta dalam workshop tahunan ini dan ramai didiskusikan.

Sepanjang yang saya rasakan di luar sesi workshop, suhu di Brisbane saat ini cukup bersahabat, antara 11 hingga 22 derajat Celsius.

Hal lain yang menarik perhatian saya adalah perlakuan di bandara oleh petugas Imigrasi Brisbane yang kini cukup bersahabat dibandingkan fase terdahulu bagi pemilik paspor Indonesia seperti saya. Konon lagi dengan nama Mohammad Andalas.

Terkesan ada perubahan pandangan mereka terhadap Indonesia, sekaligus terhadap pria-pria Asia dengan nama berbau Arab, seperti nama saya. Semoga saja.

* Bila Anda punya informasi menarik, kirimkan naskah dan fotonya serta identitas Anda ke email: redaksi@serambinews.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved