Jumat, 5 Juni 2026

Beras Organik Makin Diminati

Mengkonsumsi beras organik memiliki banyak keuntungan, di antaranya beras terbebas dari pupuk kimia dan residunya, terbebas

Tayang:
Editor: bakri
zoom-inlihat foto Beras Organik Makin Diminati
SERAMBI/AZMINURTI THURSINA
Karyawati Koperasi Masyarakat (Kopemas) Aceh di Jalan T Hasan Dek No 10 Banda Aceh mengangkat satu sak beras organik yang hendak dibeli pelanggan, Senin 10/9).
BANDA ACEH - Mengkonsumsi beras organik memiliki banyak keuntungan, di antaranya beras terbebas dari pupuk kimia dan residunya, terbebas dari pestisida, dan aman dari bahan pengawet serta pemutih. Selain itu dari segi rasa, nasi yang dihasilkan dari beras organik jauh lebih enak, pulen, dan lebih berserat.

Di Banda Aceh, semakin banyak konsumen yang memilih mengkonsumsi beras organik. Harganya memang lebih mahal dibanding beras non organik. Satu sak isi 10 kilogram beras organik dijual antara Rp 110.000 sampai Rp 150.000.

Meskipun terbilang relatif mahal, namun pangsa pasar beras organik di Banda Aceh terus meningkat. Di Koperasi Masyarakat (Kopemas) Aceh di Jalan T Hasan Dek No 10, Jambo Tape, misalnya, setiap bulan rata-rata terjual 500 sak beras organik.

Alfizar, seorang pedagang beras organik yang juga dosen di Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Senin (10/9), mengatakan, meskipun terbilang mahal namun permintaan terus bertambah dari waktu ke waktu. Ia mengaku bisa menjual 100 sak beras organik setiasp bulan.

“Pembelinya sebagian besar adalah pelanggan tetap berasal dari berbagai kalangan, mulai dari para dosen, pegawai negeri, pengusaha, dan masyarakat biasa yang sudah menyadari keuntungan mengkonsumsi beras organik. Beras organik produksi petani di Desa Ajee, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar saya jual Rp 150. 000 per sak,” katanya.

Komentar yang sama dikatakan Widya Wicaksana, General Manager Kopemas Aceh. Permintaan beras organik kian meningkat di Banda Aceh. “Saat ini kami mampu menjual sampai 500 sak beras organik dalam sebulan. Harganya mulai Rp 110.000 sampai Rp 120.000 per sak. Konsumen adalah pelanggan tetap yang sudah cocok dan merasa puas dengan beras organik, terutama mereka yang memang mencari beras dengan kualitas terbaik dan aman dari pestisida,” papar Widya.

Beras organik, lanjut Widya, selain terbebas dari pupuk kimia, pestisida, pengawet, pemutih, dan produk rekayasa genetika, juga bisa membantu memperbaiki metabolisme sel tubuh secara alami.

“Beras organik juga dapat mencegah pembentukan kolesterol dalam tubuh, memiliki rasa lebih enak, lebih pulen, dan berserat tinggi. Ibu-ibu lebih menyukai beras organik karena nasi yang dihasilkan beraroma lebih segar dan tidak cepat basi dibanding beras non organik. Hal ini terjadi karena tidak ada proses pengasaman oleh kandungan residu pestisida dan pupuk kimia seperti yang sering terjadi pada beras non organik,” sebut Widya.(ami)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved