PON Riau
Aceh Raih Medali Perak
Surahmat berhasil mempersembahkan medali perak bagi kontingen Tanah Rencong dari cabang angkat besi kelas 56Kg. Ini medali pertama Aceh di ajang
Medali emas dan perunggu untuk kelas ini direbut dua lifter asal Lampung, Yadi Setiadi dan Sumariyanto. Cabang angkat besi baru memulai pertandingan Rabu (12/9), di Hotel Ratu Mayang Garden, Pekanbaru.
Wartawan Serambi, Ibrahim Ajie dari Pekanbaru melaporkan, medali perunggu direbut Surahmat, setelah ia berhasil mengumpulkan total angkatan 247Kg. Pada angkatan pertama, snach, Surahmat berhasil mengangkat beban 106Kg. Sedangkan untuk angkatan clean & jerk, Surahmat berhasil mengangkat beban seberat 141kg.
Untuk medali emas direbut atlet Olimpiade asal Lampung, Yadi Setiadi. Yadi mampu mengangkat beban dengan total angkatan 269Kg. Sedangkan medali perunggu direbut lifter Lampung lainnya, Sumariyanto, dengan total angkatan 245Kg.
Surahmat yang ditemui wartawan mengaku bangga bisa mempersembahkan medali bagi kontingen Aceh. Apalagi, ia menjadi atlet pertama yang mempersembahkan medali untuk Tanah Rencong. “Saya sangat bangga bisa menaikkan bendera Aceh di arena PON. Ini sangat membanggakan dan mengarukan,” tuturnya bangga.
Sehari sebelumnya, status Surahmat sebagai atlet Aceh sempat diprotes Jawa Tangah. Untuk menyelesaikan itu, tim arbitrase harus menggelar rapat hingga memakan waktu empat jam. Namun, dari rapat arbitrase tersebut, diputuskan Surahmat sah memperkuat kontingen Aceh.
Ketua Pengprov PABBSI Aceh, T Rayuan Sukma, merasa bangga dengan keberhasilan atletnya sebagai penyumbang medali pertama bagi kontingen Aceh. “Saya sangat terharu mendengar keberhasilan Surahmat merebut medali,” kata Rayuan yang mengaku tak bisa mendampingi atletnya berlaga karena ada kesibukan.
Dikatakan Rayuan, keberhasilan ini membuktikan kalau pembinaan angkat besi di Aceh berjalan baik. “Tiga PON yang telah kita lalui, PABBSI selalu menyumbang emas bagi Aceh. Artinya, Pengrov PABBSI Aceh mampu menjaga tradisi selalu merebut medali di pesta empat tahunan ini,” kata Rayuan.
Menurut Rayuan, prestasi Surahmat ini tentunya menjadi penyemangat bagi atlet-atlet muda Aceh yang sekarang sedang mengikuti latihan di Banda Aceh. “Surahmat adalah lifter binaan kita di daerah. Masih banyak lagi lifter-lifter muda yang sedang kita persiapkan. Dengan keberhasilan ini kita bisa merancang medali emas di PON XIX di Jawa Barat, empat tahun mendatang,” kata Rayuan yang telah menyiapkan bonus atas keberhasilan Surahmat.(*)