Aceh Raih Emas Pertama
Jumat, 14 September 2012 09:17 WIB
Share |
14092012foto.12_.jpg
SERAMBI/IBRAHIM AJIE
Tim seni gerak campuran Tarung Derajat Aceh foto bersama usai pengalungan medali emas PON XVIII di GOR Alam Perkasa Bengkalis, Riau, Kamis (13/9).
* Dari Cabang Tarung Drajat PON XVIII

PEKANBARU - Kerinduan kontingen Aceh akan medali emas di Pekan Olahraga (PON) XVIII Pekanbaru, Riau, akhirnya terobati. Adalah cabang tarung drajat yang menjadi penyumbang emas pertama bagi ‘Tanah Rencong’, setelah petarungnya merajai nomor seni gerak campuran.

Aceh merebut emas setelah berhasil mengumpulkan poin tertinggi, 1.180. Medali perak untuk nomor ini direbut regu Sumatera Utara dengan poin 1.120, serta perunggu untuk Jawa Barat dengan total poin 1.100.

Wartawan Serambi, Ibrahim Ajie, dari Pekanbaru melaporkan, selain medali emas, di cabang tarung drajat, Aceh juga berhasil menambah satu medali perak dari Nahida, petarung putri yang turun di kelas 52,1-55 Kg. Nahida gagal meraih prestasi puncak setelah kalah dari petarung Nusa Tenggara Barat (NTB), Rissa Setia Rini, dengan skor 1-2.

Sebelumnya, dua petarung putra Aceh, Suhermansyah dan Adi Sapta Roni juga mempersembahkan medali perunggu. Dengan demikian, tarung drajat sudah menyumbang satu emas, satu perak, dan dua perunggu untuk Aceh. Cabang tarung drajat yang digelar di Gedung Olahraga (GOR) Perkasa Alam, Bengkalis, Riau, kemarin, sudah menuntaskan seluruh pertandingan, di antaranya sembilan nomor tarung dan satu nomor seni gerak.

Perebutan medali emas nomor seni gerak campuran, kemarin, berlangsung ketat. Aceh yang menurunkan empat atletnya--dua putra yaitu Iwan Rahmad, Muhammad Iqbal Ismail, dan dua putri, yaitu Heni Fitria dan Siti Sarawiya, tampil habis-habisan untuk bisa mengukir prestasi terbaik di pesta olahraga terbesar empat tahunan di tanah air.

Perjuangan anak-anak Aceh tersebut tak sia-sia, setelah juri memberi nilai tertinggi sekaligus memastikan Aceh merebut medali emas, mengalahkan Sumatera Utara dan Jawa Barat yang harus puas di posisi kedua dan ketiga.

Sebenarnya peluang Aceh untuk menambah emas masih terbuka di nomor tarung putri kelas 52,1-55kg. Sayangnya, petarung putri Aceh tersebut gagal merebut medali tertinggi usai dikalahkan petarung Nusa Tenggara Barat, Rissa Setia Rini, 1-2.

Dengan hasil itu, hingga kemarin, Aceh telah mengoleksi delapan medali di PON tahun ini. Delapan medali itu terdiri dari satu emas, tiga perak, dan empat perunggu. Rincian medali Aceh dan nama atlet yang mendapat medali tersebut lihat boks.(*)

Penuhi Target

KAMI puas dan bangga atas keberhasilan regu tarung drajat yang sukses mempersembahkan medali bagi Aceh di PON XVIII Riau. Karena Kodrat adalah cabang yang pertama menyumbang emas buat Aceh. Ini jadi kebanggaan kami di tengah ‘keringnya’ medali di kontingen Aceh. Selain jadi penghilang ‘dahaga’ terhadap medali, tarung drajat juga telah mampu memenuhi target yang dibebabkan KONI Aceh. Dimana, pada PON XVIII Riau, Pengprov Kodrat dibebani target satu medali emas, satu perak, dan satu perunggu.

Alhamdulillah, target tersebut sudah kami penuhi. Malah untuk perunggunya lebih satu. Ini adalah hasil perjuangan dan kerja keras anak-anak.
* Nuzuli MS, Ketua Pengprov Kodrat Aceh.(aji)

--
Dapat tiket konser Maher Zain di Radio Serambi FM 90.2 MHz,
di Gedung Hr Serambi Indonesia, Jalan Raya Lambaro KM 4.5 Meunasah Manyang, Ingin Jaya Aceh Besar. Telp: 0651-635544

Editor : bakri