Mahasiswa Baru Unigha Teumamong Massal
Jumat, 14 September 2012 08:07 WIB
Share |
14092012foto.2_.jpg
PROHABA/IDRIS ISMAIL
Panitia Silaturrahmi Mahasiswa Baru (Silmaru) Universitas Jabal Ghafur (Unigha) Kampus B Meureudu, Pidie Jaya, Kamis (13/9) menenangkan seorang mahasiswi saat yang mengalami kerasukan.
MEUREUDU - Acara silaturrahmi mahasiswa baru (Silmaru) Universitas Jabal Ghafur (Unigha) Kampus B Meureudu, kemarin, dilanda kepanikan, menyusul tumbangnya 30 mahasisiwi, akibat dilanda teumamong (kesurupan-red) secara berantai. “Awalnya, saat mahasiswa hendak menuju tempat Orientasi Pengenalan Kampus (Ospek) di gedung DPRK Baru dalam komplek perkantoran Bupati. Tiba-tiba saja salah satu mahasiswi terjatuh seraya meronta-ronta serta menjerit histeris,” sebut Koordinator Panitia Silmaru Unigha Kampus B, Zikrillah didampingi Fadli selaku anggota panitia, Kamis (13/9).

Melihat salah satu rekannya terjatuh, spontan saja, puluhan rekan mahasiswi lain secara berantai tumbang. Tiba tiba lokasi Silmaru itu mencekam, sejenak riuh rendah histeria peserta wanita yang kesurupan.

Suasana panik itu juga melanda para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di seputaran lokasi yang hanya terpaut beberapa meter saja.

Dalam kondisi serba panik tersebut, pihak panitia, sebut Zikri langsung mengontak tim medis, serta pengobatan secara alternatif. Sebagian mahasiswi langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Meureudu dan Kampus untuk mendapat terapi pengobatan. “Setelah berjuang selama  tiga jam seluruh mahasiswa dapat disadarkan kembali dan selanjutnya acara Ospek Silmaru bisa dilanjutkan,” ujar Zikrillah.

Dirincikan, ke-30 mahasiswi yang tumbang teumamong itu adalah, Lia Maulida, Mulyana, Nadia, Fitria, Dewi, Uhti ,Mana, Wasalwa, Rahmawati, Khairiah, Manya Sofa, Rahmiana, Eka Ulansari, Herawati, Sahada, Nurhayati, Mutia, Cut Mira Ulfa, Misra Hayati, Kamalia, Maida, Asmaul Husna, Auliza Zahara, Nurul Muna, Sakdiah, Nurul Muna, Sri Erlina, dan Nadia.

Menanggapi insiden teumamong tersebut, Wakil Bupati Pidie Jaya, HM Yusuf Ibrahim secara terpisah mengatakan, untuk sementara pihaknya akan melarang adanya aktifitas Ospek Silmaru bagi mahasiswa baru Unigha Kampus B Meureudu di Gedung DPRK yang baru. “Untuk sementara kita minta kegiatan Ospek tersebut dialihkan saja ke kampus agar tidak terulang nasib insiden yang sama bagi mahasiwa lain,” tegasnya.(c43)

Editor : bakri