Kamis, 27 November 2014
Serambi Indonesia

Warga Berdemo ke Kantor Wali Kota

Jumat, 14 September 2012 08:49 WIB

Warga Berdemo ke Kantor Wali Kota
SERAMBI/KHALIDIN
Wali Kota Subulussalam Merah Sakti disaksikan Kapolres Aceh Singkil AKBP Bambang Syafrianto, Ketua DPRK Pianti Mala dan pejabat lainnya menerima sebuah kado dari seorang perwakilan demonstran yang menggunakan bertopeng orangutan, Kamis (13/9). Demonstran menuntut pengusutan kasus penjualan lahan negara di wilayah itu.
* Pinta Pagar Dirobohkan
* Seorang Anggota DPRK Ikut Berorasi


SUBULUSSALAM - Puluhan warga bersama mahasiswa Kota Subulussalam yang tergabung dalam Koalisasi Penyelamat Tanah Kota Subulussalam (KPTS), Kamis (13/9) kemarin menggelar aksi unjuk rasa ke kantor wali kota dan DPRK setempat. Aksi damai yang dikoordinir Asmauddin Lembong dan sempat merobohkan pintu pagar Kantor Wali Kota Subulussalam itu untuk mendesak penuntasan kasus jual beli lahan yang belakangan ini banyak terjadi.

Sebelum menggelar aksi, massa yang datang dari sejumlah desa di Kecamatan Runding berkumpul di Lapangan Beringin lalu sekitar pukul 10.00 WIB berjalan menuju Gedung DPRK Subulussalam, Jalan  Pertemuan. Di depan Gedung DPRK Subulussalam, sejumlah orator bergantian berorasi seperti Andong Maha, Satria dan Rasumin. Pendemo meminta para wakil rakyat ikut membantu masyarakat memperjuangkan hak mereka.

“Para wakil rakyat kemana kalian, tolong keluar, bantu rakyat ini, jangan saat pemilu baru ingat sama rakyat giliran rakyat menangis kalian biarkan,” teriak pendemo.

Lantaran merasa tidak dihiraukan oleh wakil rakyat, massa sempat berusaha merengsek masuk ke halaman Gedung DPRK namun gagal karena puluhan personil Satpol PPdan anggota kepolisian dengan sigap menghadang. Aksi dorong mendorong antara petugas keamanan dengan pengunjuk rasa pun sempat terjadi. Saat situasi mulai memanas, Ketua DPRK Pianti Mala bersama wakilnya Karlinus dan Siti Ansari serta beberapa anggota dewan lainnya seperti Netap Ginting, Bakhtiar dan Dedi Bancin menemui pengunjuk rasa. Tampak pula di lokasi aksi Kapolres Aceh Singkil AKBP Bambang Syafrianto dan Kasatpol PP Baginda Nasution. Beberapa kali suasana nyaris memanas namun berhasil diredam oleh koordinatornya.

Usai berorasi di Gedung DPRK Subulussalam, massa lantas melanjutkan aksi ke Kantor Wali Kota setempat di Jalan Teuku Umar. Di lokasi kantor wali kota sempat terjadi beberapa kali aksi dorong dengan petugas keamanan. Massa marah karena secara bersamaan Wali Kota Subulussalam Merah Sakti bersama jajarannya tengah mengikuti zikir akbar dalam rangka peringatan Hari Jadi ke 50  Subulussalam di masjid Almunawarah, Subulussalam Selatan.

Situasi semakin tak terkendali sesaat setelah massa membakar ban bekas di depan pintu gerbang kantor wali kota. Bahkan beberapa saat kemudian, tiba-tiba massa memaksa masuk hingga terjadi aksi dorong yang mengakibatkan sebelah pintu pagar kantor wali kota roboh. Pagar tersebut lantas dibakar.

Dalam situasi tersebut, seorang anggota DPRK Subulussalam Bakhtiar Husein naik ke atas mobil pendemo dan berorasi. Aksi politisi PDI-Perjuangan ini mengundang perhatian media dan warga termasuk pejabat yang menyaksikan. Dalam orasinya, Bakhtiar menagih janji wali kota tentang penyelesaian sengketa lahan di daerah itu.

Bakhtiar juga meminta pihak kepolisian menangkap dalang penjualan tanah di sana. Beberapa saat kemudian, tiba-tiba Ketua Wilayah Partai Aceh (PA) Kota Subulussalam Ridwan Husein juga naik ke mobil pendemo dan berorasi. Ridwan yang tak lain adik kandung Bakhtiar secara tegas menyatakan apabila kasus lahan ini tidak dapat diselesaikan oleh Pemko Subulussalam dia siap mengadvokasi ke provinsi. “Kalau Pemko Subulussalam tidak mampu kami dari PA yang  akan membawa ke Gubernur Aceh untuk diselesaikan,” tegas Ridwan. (kh)

Jangan Terpancing Provokasi

WALI-Kota Subulussalam Merah Sakti didampingi Wakilnya Affan Alfian Bintang, Ketua DPRK Pianti Mala, Kapolres Aceh Singkil AKBP Bambang Syafrianto, Wakil Ketua DPRK Karlinus, Siti Ansari, ketua Komisi A DPRK Syarifuddin Padang dan sejumlah pejabat lainnya mengundang perwakilan untuk berdiskusi di Off Room kantor wali kota.

Usai bernegosiasi, Wali Kota Merah Sakti dengan tegas menyatakan dirinya selalu membela rakyat. Hal itu terbukti dengan membantu dana senilai Rp 5 juta kepada Warga Lae Mate yang hendak mengiventarisir lahannya. Politisi Partai Golkar ini juga mengatakan sebenarnya tim penertiban lahan telah disk-kan namun karena ada beberapa kesalahan lalu diperbaiki.

Merah Sakti meminta masyarakat tidak terprovokasi oleh oknum yang memiliki tujuan tertentu. Saudaraku semuanya, yakinlah saya ini tetap membela rakyat saya, saya ini orang kampong, orang yang satu bahasa dengan saudaraku. Jangan lah saudara mau terpancing oleh oknum yang merugikan kita sendiri. Jangan karena orang lain lantas nanti kita saling bertikai.

Saya tidak ingin terjadi tumpah darah antara masyarakat, saling melukai. Soal tanah ini, mulut saya sudah berbuih agar tidak ada kepala desa yang menjual tanah tapi apa yang terjadi, di lapangan tetap saja dilanggar. Saya berjanji akan siap turun bersama masyarakat ke lokasi lahan-lahan yang telah diperjualbelikan dan kini sedang digarap.(kh)

Berikan Kado

SEJUMLAH-pendemo juga menanam pohon pisang, ubi dan tebu di depan pagar kantor wali kota. Sekitar pukul 12.20 WIB, rombongan Wali Kota Subulussalam Merah Sakti bersama Wakilnya Affan Alfian Bintang, Sekdako Damhuri dan para pejabat lainnya datang ke lokasi demo.

Dalam kesempatan itu, salah seorang pendemo dengan mengenakan topeng orang utan menghampiri  Wali Kota Merah Sakti didampingi Ketua DPRK Pianti Mala dan para anggota dewan, Kapolres Aceh Singkil AKBP Bambang Syafrianto seraya menyerahkan sebuah bingkisan yang diklaim sebagai kado hari jadi Subulussalam.

Tak ada yang tahu apa isi kado tersebut karena usai diterima tidak langsung dibuka. Namun, menurut informasi kado berukuran sekitar 30X30 centimeter berisi cotton bud (korek kuping).(kh)
Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas