Dikpora Segera Salurkan Mobiler
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) akan menyalurkan mobiler sekolah
* SMAN2 Kutacane Diprioritaskan
KUTACANE - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) akan menyalurkan mobiler sekolah, mulai dari TK, SD, SMP hingga SMA pekan depan. SMAN Kutacane menjadi prioritas, seiring ratusan siswa baru masih belajar di lantai karena ketiadaan bangku dan meja untuk duduk dan menulis selama proses belajar mengajar.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Agara, Sahidal Kastri, didampingi Pejabat Pembuat Teknis Kegiatan (PPTK) Mobiler, M Asbi, kepada Serambi, Jumat (14/9) mengatakan dana Otsus 2012 sebesar Rp 2,824 miliar akan dialokasikan untuk mobiler sekolah. Sahidal mengatakan sekolah-sekolah yang belum memiliki bangku dan meja akan diprioritaskan, seperti SMAN 2 Kutacane.
Sahidal menyebutkan dana Otsus tersebut digunakan untuk mengadakan mobiler dengan jumlah 110 ruang belajar. Dirincikan, mobiler SMA 22 lokal dengan dana Rp 666 juta, SMP 32 lokal dengan dana Rp 975 juta, SD 30 lokal dengan dana Rp 845 juta dan TK sebanyak 22 ruang belajar dengan dana Rp 338 juta.
Pejabat PPTK, M Asbi mengungkapkan mobiler tersebut akan disalurkan ke sekolah mulai pekan depan, khususnya untuk bangunan ruang kelas baru (RKB). Dia menegaskan, kalau sekolah yang akan dibantu tidak memiliki RKB, maka tidak akan diberikan mobiler.
Dia menjelaskan mobiler sekolah berupa bangku dan meja berasal dari pabrikasi, sehingga bermutu seperti menggunakan besi las, mur dan lainnya.
“Kami terus mengajukan pengadaan mobiler-mobiler untuk sekolah di Agara setiap tahun. Tetapi, belum juga mencukupi, seperti siswa baru SMAN 2 Kutacane yang harus belajar di lantai,” ujarnya. Dikatakan, seluruh mobiler yang disalurkan memiliki garansi selama satu tahun dan jika rusak pihak rekanan harus menganti mobiler tersebut.(as)
Seperti dilansir harian ini sebelumnya, ratusan siswa/siswi kelas I SMA Negeri 1 Kutacane, Aceh Tenggara terpaksa belajar di lantai sejak masuk sekolah tiga bulan lalu. Ketiadaan mobiler di delapan lokal, menyebabkan para siswa baru itu mulai tidak nyaman belajar karena harus menggunakan karton sebagai alas duduk, bukannya bangku dan meja untuk menulis.
Sejumlah siswa kepada Serambi, Rabu (5/9/2012) mengatakan sejak Juli 2012 sampai bulan ini, mereka terus belajar di lantai dan pihak sekolah tampaknya tidak memberi perhatian khusus atas masalah tersebut. “Kami terpaksa menggunakan selembar karton untuk alas duduk agar celana tidak cepat kotor,” ujar salah seorang siswa.
Kepala SMAN2 Kutacane, Hamidin mengakui para siswa barunya belajar di lantai. Dia mengaku sebanyak 40 bangku siswa tahun pengadaan 2011/2012 sudah rusak, padahal baru enam bulan dipakai. Sedangkan lainnya, sebutnya, rusak total sehingga tidak bisa diperbaiki lagi dan harus menunggu pengadaan baru. Hamidin menjelaskan, setiap lokal berjumlah antara 27-37 siswa baru dengan total 200 lebih siswa.(as)
pengadaan mobiler
* SMA 22 lokal Rp 666 juta
* SMP 32 lokal Rp 975 juta
* SD 30 lokal Rp 845 juta
* TK 22 lokal Rp 338 juta