Husein Hamidi Wakapolda Aceh

Kapolda Aceh, Irjen Pol Iskandar Hasan melantik Kombes Pol Drs M Husein Hamidi sebagai Wakapolda Aceh, menggantikan Brigjen

Husein Hamidi Wakapolda Aceh
SERAMBI/BUDI FATRIA
Kapolda Aceh, Irjen Pol Iskandar Hasan (kiri) memasang tanda pangkat kepada Wakapolda Aceh, Kombes Pol Husein Hamidi (kanan) pada acara serah terima jabatan dari Wakapolda lama, Brigjen Pol Setyanto di Mapolda Aceh, Banda Aceh, Senin (17/9).
* Aiptu Husni Diperiksa di Medan

BANDA ACEH - Kapolda Aceh, Irjen Pol Iskandar Hasan melantik Kombes Pol Drs M Husein Hamidi sebagai Wakapolda Aceh, menggantikan Brigjen Pol Setyanto yang akan memasuki masa pensiun.

Pelantikan yang dipusatkan di lobi utama Mapolda Aceh, Senin (17/9) pagi itu dihadiri pejabat utama Polda Aceh serta para pengurus dan anggota Bhayangkari.

Sebelumnya, Husein Hamidi merupakan Inspektur Pengawas Daerah (Irwasda) Polda Aceh. Posisi Irwasda yang dia tinggalkan kini diisi oleh Kombes Pol Drs Taufik Nurhidayat.

“Secara pribadi sekaligus sebagai Kapolda Aceh, saya ucapkan terima kasih banyak atas dedikasi serta kerja keras selama ini yang dicurahkan oleh Pak Setyanto. Beliau berperan besar dalam pembinaan personel dan penerimaan polisi dari dayah beberapa waktu lalu,” kata Irjen Pol Iskandar Hasan.

Kepada Kombes Pol Husein Hamidi, sebagai Wakapolda Aceh, jenderal bintang dua tersebut juga mengucapkan selamat. “Sebagai putra daerah asli, kami optimis Pak Husein Hamidi sebagai Wakapolda Aceh yang baru dapat memaksimalkan pengabdiannya kepada masyarakat Aceh,” ujar Irjen Pol Iskandar Hasan.

Menyangkut kasus sabu-sabu, senjata api dan amunisi ilegal yang melibatkan oknum polisi, Aiptu Muhammad Fadil Husaini atau sering dipanggil Husni yang ditangkap beberapa waktu lalu oleh aparat Polresta Medan, Kapolda Aceh menyebutkan bahwa pemeriksaannya tetap dilakukan di Medan.

“TKP pokoknya kan di Medan, sehingga yang bersangkutan tetap akan diperiksa di Medan. Meski demikian, Ditnarkoba Polda Aceh bekerja sama dengan Ditnarkoba Polda Sumut terus mendalami kasus ini, karena ini bukan kasus yang kecil. Bahkan tidak tertutup kemungkinan di balik itu pelaku dimanfaatkan oleh sindikat besar,” kata Irjen Pol Iskandar.

Terhadap senjata api, granat, dan ratusan amunisi yang ditemukan di rumah istri siri Aiptu Husni di Medan, Ny Rohaningrum, Polda Aceh bersama Polda Sumut juga sedang menyelidikinya. “Konsekuensi terberat yang akan diterima oknum yang bersangkutan bila terbukti bersalah adalah dipecat dan harus menjalani proses hukum sesuai aturan yang berlaku di negara ini,” tukas Kapolda Aceh. (mir)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved