Selasa, 9 Juni 2026

Film “Innocence of Muslims”

Video Warga Libya Selamatkan Dubes AS

Stevens tewas karena sesak nafas akibat mengirup asap. Mayatnya kemudian diserahkan pada AS.

Tayang:
Editor: mufti
Video Warga Libya Selamatkan Dubes AS - 184553_stevensafpdlm.jpg
Duta Besar AS untuk Libya, Chris Stevens
Video Warga Libya Selamatkan Dubes AS - dubesas_libya_ditolong(5).jpg
Duta Besar AS untuk Libya, Chris Stevens

SERAMBINEWS.COM - Sebuah video amatir muncul untuk memperlihatkan bahwa beberapa warga Libya berusaha menyelamatkan duta besar AS Christopher Stevens dari sebuah ruangan yang dipenuhi asap di gedung konsulat, dimana ia ditemukan tak sadar setelah terjadi serangan minggu lalu oleh sekelompok orang yang memrotes film yang menghina Nabi Muhammad.


Video tersebut, yang muncul di internet dan salah satu salinannya dimiliki kantor berita Reuters di Benghazi, menegaskan laporan bahwa duta besar itu mati lemas setelah gedung tersebut dilalap api.


Cuplikan video
tersebut juga memperlihatkan situasi pada saat kematian duta besar, dan memperlihatkan untuk pertama kalinya bahwa beberapa orang kemudian memaksa masuk ke dalam kompleks gedung untuk mencoba menyelamatkan Stevens setelah ia ditemukan terbaring sendiri, tanpa pengamanan, pada salah satu ruangan.


Sekelompok pemuda, yang merangsek ke dalam kompleks, terlihat memberitahu demonstran lain lewat cahaya obor dan telepon genggam bahwa mereka menemukan seseorang yang tampaknya orang asing terbaring di atas lantai.


“Ada seseorang di dalam…Ia orang asing, orang asing. Keluarkan dia,” ujar salah seorang pemuda, berteriak minta tolong.


“Keluarkan dia! Bawa keluar,” yang lain berkata.


“Pria ini masih hidup. Bawa dia keluar.  Bawa dia keluar,” seru pria ketiga.


“Hidup, hidup! Tuhan Maha  Besar,” seru kerumunan. Seseorang kemudian memanggil mobil.


“Beri jalan, apakah ada petugas medis? Ada yang bisa mendapatkan mobil dengan cepat?” terdengar suara laki-laki lain.


Stevens dan tiga staf kedutaan lainnya tewas ketika sekawanan pria bersenjata menyerang konsulat AS dan sebuah rumah perlindungan di kota sebelah timur Libya pada Selasa (11/9) malam. Para penyerang merupakan bagian dari kelompok yang menyalahkan Amerika atas film yang mereka bilang menghina Nabi Muhammad.


Petugas keamanan terpisah dari Stevens selama serangan, ujar para pejabat AS, akibat kerusuhan, asap dan baku tembak.


Identitas dan motif para penyerang masih tidak jelas. Para aktivis yang ambil bagian dalam protes tersebut mengatakan motifnya adalah kemarahan pada video yang diproduksi di California, yang menggambarkan Nabi sebagai seorang homoseksual dan playboy.

Beberapa pejabat Libya menyalahkan kelompok-kelompok radikal Islam yang terkait dengan Al Qaeda atas serangan itu, seperti Ansar al-Sharia.

Potongan video tersebut menunjukkan Stevens terbaring di lantai dalam ruangan yang dipenuhi asap setelah para demonstran merangsek ke dalam kompleks dan membakar gedung. Beberapa menit kemudian ia dibawa dari ruangan tersebut lewat jendela, sebelum dibaringkan di atas lantai  berbatu di halaman. Seorang pemuda terlihat menempelkan tangan di leher Stevens untuk memeriksa apakah ia masih bernafas. Seorang demonstran yang menggunakan kaos putih dan memanggul Stevens dari ruangan dipeluk oleh demonstran lain sebagai tanda terima kasih.

Beberapa detik setelah para pemrotes menemukan Stevens masih hidup, terdengar seruan dari seorang pemuda: “Bawa ia ke mobil saya, bawa ke mobil saya.”


Seorang dokter jaga di ruang gawat darurat di Pusat Medis Benghazi malam itu mengatakan bahwa warga sipil membawa duta besar pada sekitar jam 1 dini hari.


Meski dokter tersebut melakukan pernafasan buatan selama 45 menit, Stevens tewas karena sesak nafas akibat mengirup asap. Mayatnya kemudian diserahkan pada AS.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved