Film “Innocence of Muslims”
Video Warga Libya Selamatkan Dubes AS
Stevens tewas karena sesak nafas akibat mengirup asap. Mayatnya kemudian diserahkan pada AS.
Video tersebut, yang muncul di internet dan salah satu salinannya dimiliki kantor berita Reuters di Benghazi, menegaskan laporan bahwa duta besar itu mati lemas setelah gedung tersebut dilalap api.
Cuplikan video tersebut juga memperlihatkan situasi pada saat kematian
duta besar, dan memperlihatkan untuk pertama kalinya bahwa beberapa
orang kemudian memaksa masuk ke dalam kompleks gedung untuk mencoba
menyelamatkan Stevens setelah ia ditemukan terbaring sendiri, tanpa
pengamanan, pada salah satu ruangan.
Sekelompok pemuda, yang
merangsek ke dalam kompleks, terlihat memberitahu demonstran lain lewat
cahaya obor dan telepon genggam bahwa mereka menemukan seseorang yang
tampaknya orang asing terbaring di atas lantai.
“Ada seseorang di dalam…Ia orang asing, orang asing. Keluarkan dia,” ujar salah seorang pemuda, berteriak minta tolong.
“Keluarkan dia! Bawa keluar,” yang lain berkata.
“Pria ini masih hidup. Bawa dia keluar. Bawa dia keluar,” seru pria ketiga.
“Hidup, hidup! Tuhan Maha Besar,” seru kerumunan. Seseorang kemudian memanggil mobil.
“Beri jalan, apakah ada petugas medis? Ada yang bisa mendapatkan mobil dengan cepat?” terdengar suara laki-laki lain.
Stevens dan tiga staf kedutaan lainnya tewas ketika sekawanan pria
bersenjata menyerang konsulat AS dan sebuah rumah perlindungan di kota
sebelah timur Libya pada Selasa (11/9) malam. Para penyerang merupakan
bagian dari kelompok yang menyalahkan Amerika atas film yang mereka
bilang menghina Nabi Muhammad.
Petugas keamanan terpisah dari Stevens selama serangan, ujar para pejabat AS, akibat kerusuhan, asap dan baku tembak.
Identitas dan motif para penyerang masih tidak jelas. Para aktivis yang
ambil bagian dalam protes tersebut mengatakan motifnya adalah kemarahan
pada video yang diproduksi di California, yang menggambarkan Nabi
sebagai seorang homoseksual dan playboy.
Beberapa pejabat Libya
menyalahkan kelompok-kelompok radikal Islam yang terkait dengan Al
Qaeda atas serangan itu, seperti Ansar al-Sharia.
Potongan
video tersebut menunjukkan Stevens terbaring di lantai dalam ruangan
yang dipenuhi asap setelah para demonstran merangsek ke dalam kompleks
dan membakar gedung. Beberapa menit kemudian ia dibawa dari ruangan
tersebut lewat jendela, sebelum dibaringkan di atas lantai berbatu di
halaman. Seorang pemuda terlihat menempelkan tangan di leher Stevens
untuk memeriksa apakah ia masih bernafas. Seorang demonstran yang
menggunakan kaos putih dan memanggul Stevens dari ruangan dipeluk oleh
demonstran lain sebagai tanda terima kasih.
Beberapa detik setelah para pemrotes menemukan Stevens masih hidup, terdengar seruan dari seorang pemuda: “Bawa ia ke mobil saya, bawa ke mobil saya.”
Seorang dokter jaga di ruang gawat darurat di Pusat Medis Benghazi
malam itu mengatakan bahwa warga sipil membawa duta besar pada sekitar
jam 1 dini hari.
Meski dokter tersebut melakukan pernafasan
buatan selama 45 menit, Stevens tewas karena sesak nafas akibat mengirup
asap. Mayatnya kemudian diserahkan pada AS.

.jpg)