A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Mucikari Jadikan 6 ABG Galau sebagai PSK - Serambi Indonesia
Sabtu, 22 November 2014
Serambi Indonesia

Mucikari Jadikan 6 ABG Galau sebagai PSK

Rabu, 19 September 2012 23:32 WIB

SERAMBINEWS.COM, SURABAYA - Enam gadis remaja yang menjadi korban mucikari Ayu Puji Astuti (27), warga Banyu Urip Surabaya, kini ditampung di Pemberdayaan Anak dan Perempuan Hotline Surabaya.


Joris Lato, manajer Hotline menjelaskan ternyata para korban ini telah lama mengenal Ayu. Dalam melakukan pendekatan terhadap korbannya, menurut Joris, Ayu sangat lihai. ”Ayu itu siap menampung, ketika anak-anak itu tidak pulang ke rumah. Tapi setelah itu, anak itu dijerumuskan untuk melayani pelanggan,” kata Joris.


Remaja-remaja itu mengenal Ayu dari teman sejawatnya. Alasan pertama anak-anak itu adalah uang. ”Mereka ini dipaksa oleh Ayu untuk mencari teman lainnya, bahkan oleh suami Ayu, mereka mendapat ancaman untuk tidak melaporkan ke polisi,” kata Joris.


Esti Susanti, Direktur Yayasan Hotline mengatakan, memang sulit untuk mencegah prostitusi yang dilakukan oleh anak remaja. Pasalnya mereka yang sudah terjun ke dunia prostitusi lebih dari satu tahun, itu sudah terlanjur, sehingga sulit mengeluarkan mereka dari dunia prostitusi.


”Mayoritas memang karena faktor ekonomi. Pertama kali mereka melakukan prostitusi dan mendapat uang, ada kecenderungan mereka akan melakukan lagi. Apalagi orangtua mereka juga senang ketika dikasih uang banyak, karena itu sulit sebenarnya menghentikan mereka,” kata Esti.


Sehingga untuk menyadarkan mereka, tidak cukup dengan hanya pendekatan moral. Perlu waktu secara perlahan untuk pendampingan mengubah sikap, tingkah laku, dan berusaha agar anak itu bisa bertanggung jawab terhadap tubuhnya. ”Selain itu yang terpenting lagi, juga harus ada pendampingan terhadap pembenahan ekonomi orangtua mereka,” kata Esti.


Saat ini, menurut Esti, ada kecenderungan mucikari tidak menjual anak di bawah umur di lokalisasi, karena takut di penjara. Namun mereka menjual anak di bawah umur, di luar lokalisasi, seperti hotel, dan tempat-tempat lainnya.

Editor: Boyozamy
Sumber: Tribunnews

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas