Jumat, 19 Desember 2014
Serambi Indonesia

Merayakan Hari Bersih Pantai

Kamis, 20 September 2012 09:38 WIB

Merayakan Hari Bersih Pantai
OLEH ISMAIL SULAIMAN, Dosen STAIN Zawiyah Cot Kala Langsa, peserta Asia Pacific Leadership Program (East West Center), melaporkan dari Honolulu

KISAH ini saya nukilkan karena terinspirasi saat saya berpartisipasi sebagai relawan dari East West Center Community Program Honolulu pada hari Bersih Pantai Sedunia (International Coastal Clean-Up Day) di Hawaii, Amerika Serikat, 15 September 2012.

Hari itu, Sabtu pagi yang cerah, merupakan hari kebersamaan yang sangat berarti bagi kami, warga kampus. Saya bersama sejumlah teman pergi ke Sand Island di ujung Kota Honolulu untuk membantu masyarakatnya membersihkan sampah di sekitar pantai.

Ingatan saya langsung menerawang pada keindahan pantai Lhoknga, Ulee Lheue, Ujong Blang, Kuala Beukah, Pantai Kuala Idi Cut, Sabang, dan lainnya, ketika mengumpul sampah yang kemudian saya masukkan ke dalam kantong plastik yang tersedia.

Terbersit pula dalam pikiran saya, apakah pada hari yang sama, nun di nanggroe ulon tuan dilakukan juga aksi pembersihan pantai, seperti yang kami lakukan di Hawaii?

Sebagian orang menilai Hawaii adalah surga dunia dengan segala keindahan alam dan budayanya. Tapi bagi Sand Island, alias “Pulau Pasir” keadaannya sungguh jauh berbeda, tak seindah namanya. Pantai yang terletak di kawasan industri itu tampak kusam dan tidak asri dipandang lantaran sampah bertumpuk di mana-mana, sehingga berdampak pada kesehatan lingkungan sekitar. Tidak terlihat pula burung-burung terbang dan berkicau ataupun hewan-hewan laut berenang. Ini pertanda, tempat ini tidak nyaman untuk didiami.

Atas dasar itu, komunitas kami sebagai mahasiswa tergerak untuk membantu mengumpulkan sampah-sampah yang berserakan itu. Kebersamaan akan budaya ohana (kekeluargaan) dan saka (persaudaraan) dalam masyarakat “Aloha” ini membuat mudah segala kegiatan yang dilakukan.

Kegiatan bersih-bersih ini kami mulai dengan mengumpulkan sampah yang sulit diurai oleh alam, seperti plastik, bungkus makanan, timah rokok, besi tua, bahkan ban pesawat udara pun kami temukan di air.

Pantai ini dekat dengan pelabuhan dan bandar udara. Setiap benda yang ditemukan, kami catat dalam sebuah form yang disediakan. Daftar benda yang ditemukan dipublikasi secara luas. Dari situ pula kita tahu sampah jenis apa saja yang paling banyak ditemukan di pantai.

Acara ini merupakan bagian dari apresiasi masyarakat dunia akan pentingnya kebersihan lingkungan di sekitar kita, khususnya kebersihan laut dan pantai. Kegiatan ini sudah dilakukan beberapa dekade dan secara perlahan sudah tampak hasilnya.

Tahun lalu, dalam kegiatan seperti ini berhasil dikumpulkan setengah juta ton sampah yang berasal dari laut dan pantai. Lebih dari 100 negara ikut berpartisipasi dalam gerakan bersih pantai sedunia ini.

Patut pula kita renungkan bahwa ketika berbuat sesuatu sekecil apa pun untuk kebaikan umat manusia dan bermanfaat bagi alam, itu pertanda kita semakin bijak memaknai karunia yang Allah berikan. Akhirnya, salam ohana (kekeluargaan) dari Hawaii.

* Bila Anda punya informasi menarik, kirimkan naskah dan fotonya serta identitas Anda ke email: redaksi@serambinews.com
Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas