Rabu, 26 November 2014
Serambi Indonesia

Zidane pun Salami Anak-anak Aceh

Jumat, 21 September 2012 09:29 WIB

Zidane pun Salami Anak-anak Aceh
ZAHIRSYAH OEMARDY
OLEH ZAHIRSYAH OEMARDY, Local Organizing Committee Danone Cup 2012 Aceh, melaporkan dari Polandia

WORLD Final 2012 Danone Nations Cup (DNC) dilaksanakan 6-9 September 2012 lalu di Warsawa, ibu kota Polandia. 40 Negara ambil bagian dalam even tersebut. Tim Indonesia diwakili oleh putra-putra Aceh dari SSB Putra Muara Cunda (PMC) Lhokseumawe sebagai Juara DNC 2012 Indonesia untuk usia 10-12 tahun.

Saya ikut bangga sebagai salah satu yang ikut mendampingi dan memberi dukungan langsung kepada anak-anak Aceh yang berjuang di Polandia. Ini pengalaman sangat berharga bagi kami, para pemain dan tim official, karena dalam sejarah sepakbola belum pernah tim Aceh bermain di Eropa dalam sebuah even internasional.

Pada umumnya tim yang hadir di Warsawa adalah wakil terbaik dan juara dari masing-masing negara peserta. Kualitas tim tentunya tak perlu diragukan lagi, terutama tim-tim dari negara Eropa. Mereka merupakan tim yang berasal dari sekolah/akademi sepakbola yang dikelola secara profesional dan memiliki fasilitas yang sangat baik. Ini sangat kontradiktif dengan tim Aceh, mereka berlatih dengan fasilitas seadanya. Tapi yang perlu diapresiasi adalah semangat juang mereka sangatlah tinggi dan pantang menyerah, sehingga mampu mengimbangi lawan-lawan tangguh bahkan dalam beberapa pertandingan mereka yang jadi pemenangnya.

Bagi pencinta sepakbola, Stadion Norodowy Warsawa tidaklah asing lagi. Stadion ini merupakan salah satu stadion utama tempat digelarnya pertandingan Piala Eropa 2012 (Euro 2012) pada 8 Juni-2 Juli 2012. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan di tempat ini adalah Opening Ceremony Euro 2102 dan pertandingan pembuka antara tim tuan rumah Polandia (Polska) dengan Yunani. Di tempat ini pula World Final 2012 hari terakhir digelar. Di stadion mewah ini kemudian seluruh tim peserta DNC 2012 dapat kesempatan bermain, tak terkecuali tim Aceh.  Tim Aceh bertanding melawan Tunisia untuk memperebutkan peringkat 23 dan 24. Dalam laga tersebut Aceh memenangi pertandingan, sehingga Aceh berhasil memperbaiki peringkat Indonesia sebelumnya dari 33 menjadi 23 dari 40 peserta.

Tapi, bukan soal peringkat yang amat mengesankan bagi tim Aceh, melainkan rasa haru dan bangga ketika bermain di stadion kelas dunia dengan fasilitas nomor wahid. Tim Aceh membuka gol kemenangan lewat kepiawan Babul Huda menjaringkan bola ke gawang Tunisia.

Yang lebih membanggakan lagi, Rian cs bertemu langsung dan berfoto dengan mantan bintang sepakbola Prancis, Zidane. Kebetulan saja sang Bintang hadir saat tim Aceh bertanding. Lalu tim Aceh menghampiri sang Legendaris dengan mengucapkan  “Assalamualaikum” secara serempak. Zidane pun menjawabnya dengan “Wa’alaikum salam”. Lalu Duta Danone itu menyalami satu per satu anak-anak Aceh, dilanjutkan dengan foto bareng.

Sepakbola Aceh sudah go international, bahkan putra-putra Aceh dapat mengukir prestasi di pentas dunia. Rasa bangga dan haru itu tidak boleh hilang begitu saja seiring dengan berjalannya waktu. Mari kita mantapkan pembinaan secara berkelanjutan dan terarah. Talenta bola Aceh masih dapat dibanggakan jika ditempa untuk tujuan mengangkat harkat dan martabat bangsa. Semoga.

* Bila Anda punya informasi menarik, kirimkan naskah dan fotonya serta identitas Anda ke email: redaksi@serambinews.com
Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas