Selasa, 23 Desember 2014
Serambi Indonesia

Pemilu 1955 sebagai Awal Kekuatan PKI

Senin, 1 Oktober 2012 17:09 WIB

Pemilu 1955 sebagai Awal Kekuatan PKI
Pemilu 1955 sebagai Awal Kekuatan PKI
SERAMBINEWS.COM - Pemilu 1955, sebagai pemilu yang paling demokratis di Indonesia, dinilai memiliki sisi lemah. Kelemahan itu ditandai dengan diakomodirnya Partai Komunis Indonesia (PKI) sebagai peserta pemilu saat itu.

Keikutsertaan PKI dalam pemilu tersebut patut disayangkan karena delapan tahun sebelumnya PKI pernah melakukan pemberontakan.


"Padahal pada tahun 1948 telah secara nyata berupaya melakukan pemberontakan. Cukup mengejutkan ternyata PKI justru menempati urutan keempat dalam perolehan suara Pemilu 1955," ujar KH Amidhan, Ketua MUI, dalam diskui "Mengungkap Pengkhianatan/Pemberontakan G30S-PKI tahun 1965", Aula Gedung MUI, Jl. Proklamasi 51, Jakarta Pusat, Senin (1/10/2012).


Semakin berkembangnya PKI, lanjut Amidhan, semakin nyata dengan keberhasilan partai berlambang palu arit tersebut masuk dalam empat besar Pemilu 1955.


Dalam Pemilu pertama tersebut, menghasilkan empat kekuatan poros utama. Kelompok muslim (Masyumi dan NU), kelompok Nasionalis (PNI) dan Komunis (yang direpresentasikan PKI).


"PKI makin leluasa menyebarluaskan paham komunisme di Indonesia dan lebih terang-terangan menyatakan permusuhannya dengan kelompok-kelompok lain yang dianggap tidak sejalan," lanjutnya.


Sejak saat itu, lanjut Amidhan, PKI semakin melancarkan aksi yang konfrontatif dan beringas. Misalnya menyerang dan membunuh para santri dan kyai dengan dalih memerangi tuan tanah.


---------------------------------------------------


Ni hao! Mau bisa bahasa Mandarin?
Ikut saja kursus di Badan Koordinasi Pendidikan Bahasa Mandarin (BKPM) Aceh.

Kelas Baru sudah dibuka dan pendaftaran ditutup 8 Oktober 2012.
Hubungi Sekretariat BKPM Aceh di (0651) 7551889, 085371554154, 085260709067

Editor: mufti
Sumber: Tribunnews

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas