Eks Pemberontak Ciptakan Wisata Gerilya
wisatawan juga bisa menyaksikan sisa-sisa peperangan dan semakin memahami sejarah Nepal
SERAMBINEWS.COM, KATHMANDU - Jika menyebut nama Pushpa Kamal Dahal alias Prachanda di Nepal sekitar 10 tahun lalu, mungkin Anda akan mendapatkan masalah dengan pemerintah setempat.
Maklum laki-laki ini dahulu dikenal sebagai pemimpin pemberontak Maois yang bergerilya melawan pasukan Pemerintah Nepal.
Namun kini, jika nama Prachandra disebut, perjalanan wisatalah yang akan ditawarkan kepada Anda.
Ya,
Prachandra yang dua tahun lalu memilih politik ketimbang berperang itu
kini memelopori wisata yang diberi nama The Guerilla Trek atau
Perjalanan Gerilya.
Perjalanan wisata ini adalah perjalanan
selama tiga pekan, naik turun gunung di bagian tengah dan barat Nepal
mengikuti rute yang digunakan para pemberontak Maois dulu.
"Saya
harap ini bisa menjadi babak baru turisme di Nepal. Banyak negara yang
bangkit dari perang dan mencoba menjual memori perang mereka," kata
Prachandra kepada sejumlah wartawan.
"Sebuah perubahan politik
besar terjadi di Nepal. Kami tak akan bisa bertahan jika tanpa adanya
transformasi politik. Saya harap The Guerilla Trek bisa memainkan peran
penting," lanjut Prachandra yang pernah menjadi Perdana Menteri Nepal
itu.
Perjalanan wisata gerilya ini melintasi lembah Nepal yang
dinaungi bayangan gunung-gunung terkenal termasuk Dhaulagiri dan air
terjunnya yang dramatis, danau-danau, dan pedesaan terpencil.
"Everest,
Annapurna sangat terkenal. Tapi, jika Anda ingin sesuatu yang unik,
maka inilah jawabannya," ujar penulis wisata asal AS, Alonzo Lyons, yang
mengikuti wisata ini tahun lalu.
"Pemandangan alamnya sangat luar biasa. Anda juga akan dibawa melintasi berbagai budaya," tambah Alonzo.
Alonzo menambahkan, wisatawan juga bisa menyaksikan sisa-sisa peperangan dan semakin memahami sejarah Nepal. (AFP)