Rabu, 10 Juni 2026

Citizen Reporter

Kairo yang Tetap Memikat

SEJAK 28 September hingga 4 Oktober ini saya berada di Mesir. Tujuan utama saya adalah Kota Luxor, sekitar satu jam penerbangan dari Kairo

Tayang:
Editor: bakri
zoom-inlihat foto Kairo yang Tetap Memikat
DR NASRULLAH IDRIS MT
OLEH DR NASRULLAH IDRIS MT, Staf Pengajar Jurusan Fisika FMIPA Universitas Syiah Kuala, melaporkan dari Mesir

SEJAK 28 September hingga 4 Oktober ini saya berada di Mesir. Tujuan utama saya adalah Kota Luxor, sekitar satu jam penerbangan dari Kairo. Di Luxor saya menghadiri Konferensi Internasional Ke-7 Laser-Induced Breakdown Spectroscopy (LIBS) sejak 29 September hingga 4 Oktober 2012.

Namun, karena tak mudah mendapatkan penerbangan langsung dari Kuala Lumpur ke Luxor, maka saya pilih penerbangan yang mengharuskan transit di Kairo untuk tujuan Luxor.

Sebenarnya, saya ingin sekali singgah dan melihat-lihat Kairo, ibu kota Mesir, negara yang berkali-kali disebutkan dalam Alquran. Ingin rasanya melihat Sungai Nil, Piramid, dan mumi Fir’aun.

Untuk mengetahui kondisi terakhir Mesir secara umum dan Kairo khususnya pascalengsernya Husni Mubarak, sebelum berangkat ke Mesir saya coba berkomunikasi dengan masyarakat Aceh di Mesir. Akhirnya, berangkatlah saya tanpa rencana kunjungan dan aktivitas apa pun di Kairo. Niatnya mau langsung ke Luxor. Tapi pukul 2.30 dini hari tiba di Bandara Kairo tentu saja masih sangat pagi, karena jadwal pesawat lanjutan ke Luxor pukul 11.55 waktu Mesir.

Karena masih sangat pagi, begitu ke luar bandara suasana masih sangat sepi. Untuk naik pesawat menuju Luxor saya harus berganti terminal. Nah, pada saat saya menunggu shuttle bus di depan terminal kedatangan, berkali-kali sopir taksi merayu dan menawarkan untuk membawa saya ke pusat Kota Kairo. Sopir taksi itu ternyata sangat baik. Ia bahkan meminjamkan telepon genggamnya kepada saya untuk mengontak nomor beberapa masyarakat Aceh di Kairo.

Setelah saya dapat berkomunikasi dengan salah seorang warga Aceh dari Keluarga Masyarakat Aceh (KMA) Mesir dan dia yakinkan saya bahwa kondisi Kairo kini aman, saya pun menerima tawaran sopir taksi bernama Ahmad. Kami tancap gas ke Kairo.

Selama dalam perjalanan saya amati kondisi sekitar, termasuk jalan dan perumahan penduduk. Kelihatan cukup bagus dan teratur. Sekitar 15 menit kemudian kami tiba di Meuligoe Aceh, nama Sekretariat KMA. Suasana keacehan segera terasa. Keramahan dan keakraban seperti layaknya di Aceh. Kebetulan di sana ada beberapa anggota, Israr yang juga Sekretaris KMA, Ihsan Sufandi, Fahmi, Mukhlis, dan kawan-kawan lainnya. Keuchik KMA, Muammar, kebetulan saat itu sedang ke luar. Saya minta kawan-kawan KMA membawa saya melihat-lihat Kota Kairo. Mengingat pukul 11 saya harus berangkat ke Luxor, kami pun buru-buru bergerak. Tempat yang pertama kami tuju adalah Universitas Al Azhar dan Masjid Al Azhar.

Lebih kurang 15 menit kami tiba di kampus pertama dan tertua itu. Saya amati, gedung-gedung universitas ini sangat bersahaja, berdampingan dengan permukiman penduduk dan Masjid Al Azhar.

Masjid ini sangat bersahaja. Ukurannya tidak besar, jauh lebih kecil dibandingkan Masjid Raya Baiturrahman Aceh. Sebaliknya, suasana dalam Mesjid Al Azhar sungguh berbeda dibandingkan dengan masjid-masjid di Aceh, setiap saat banyak jamaah datang shalat dan belajar hapalan Alquran dan ilmu agama. Saya amati di sudut-sudut atau pada kaki-kaki pilar masjid ada dua orang atau lebih sedang belajar, satu orang guru dan minimal satu orang murid. Sungguh bersahaja.

Di seberang Masjid Al Azhar ada satu lagi masjid yang sangat terkenal, terutama bagi penganut Syiah, yaitu Masjid Imam Hasan. Di situ terdapat kuburan kepala cucu Rasulullah, Hasan, yang meninggal dalam perang di Karbala, Irak. Kami masuk ke dalam masjid dan melihat kuburan dimaksud. Peziarah ramai di sekitar kuburan.

Sebenarnya kawan-kawan KMA ingin mengajak saya melihat beberapa situs lainnya yang menjadi magnet bagi wisatawan mengunjungi Kairo. Tapi mengingat saya harus melanjutkan penerbangan ke Luxor sekitar pukul 11 siang pada 29 September 2012, maka kami pun segera kembali ke Meuligoe KMA dan berangkat menuju bandara.

Saya beruntung bisa melihat Kairo yang masih tetap memikat dan mengunjungi beberapa situs terkenal. Terima kasih semua, termasuk panitia Seminar Internasional LIBS 2012 yang telah mengundang dan menanggung biaya akomodasi saya selama konferensi.

* Bila Anda punya informasi menarik, kirimkan naskah dan fotonya serta identitas Anda ke email: redaksi@serambinews.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved