Tafakur
Kesudahan Pendahulu
Setiap insan mempunyai kisah hidup. Kalau dikelompokkan, ada dua kelompok besar kisah hidup manusia
Oleh: Jarjani Usman
“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thaghut itu”, maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul)” (QS. an-Nahl: 36).
Setiap insan mempunyai kisah hidup. Kalau dikelompokkan, ada dua kelompok besar kisah hidup manusia: yang baik dan yang buruk. Yang baik adalah yang mengikuti ajakan para rasul, sedangkan yang buruk adalah para penentangnya. Kedua macam kisah hidup ini bermanfaat untuk menambah keyakinan kita dalam memilih jalan hidup yang benar.
Sejarah hidup manusia dari masa ke masa membuktikan bahwa tidak ada akhir hidup yang baik bagi orang-orang yang memilih jalan hidup yang berseberangan dengan ajaran para Nabi. Semuanya berujung pada kebinasaan. Seperti kehancuran kaum ‘Ad yang mengingkari Nabi Hud. Juga kaum Tsamud yang mengingkari Nabi Shaleh. Perhatikan juga kecelakaan raja Fir’aun yang memilih jalan hidup yang bertentangan dengan yang diajarkan Nabi Musa. Demikian juga kecelakaan terhadap Abu Jahal dan Abu Lahab yang menentang ajaran Nabi Muhammad SAW.
Meskipun kebanyakan orang di zaman sekarang tak mengakui dirinya menolak ajaran yang dibawa Rasulullah, kenyataannya demikianlah adanya. Bukti-buktinya dapat dicermati antara lain dalam mencari nafkah. Banyak yang bersifat melawan atau menentang ajaran Rasul. Banyak yang suka melibatkan diri dalam perbuatan sogok-menyogok, merampas hak orang lain, dan sejenisnya. Berpedoman pada sejarah, bisa diperkirakan kebinasaan yang akan dialami di akhir hidup orang-orang semacam ini.