A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Gubernur: Jaga Rawa Tripa - Serambi Indonesia
Selasa, 25 November 2014
Serambi Indonesia

Gubernur: Jaga Rawa Tripa

Selasa, 9 Oktober 2012 09:47 WIB

Gubernur: Jaga Rawa Tripa - 091012foto_10.jpg
SERAMBI/DEDI ISKANDAR
Gubernur Aceh dr Zaini Abdullah memberikan kado ulang tahun ke-48 kepada Bupati Aceh Barat HT Alaidinsyah (H Tito) usai dilantik di DPRK Aceh Barat, Senin (8/10) pagi.
Gubernur: Jaga Rawa Tripa - 091012foto_11.jpg
SERAMBI/DEDI ISKANDAR
Bupati Nagan Raya HT Zulkarnaini dan Wakil Bupati, HM Jamin Idham menyalami Gubernur Aceh, Zaini Abdullah usai dilantik di DPRK Nagan Raya, Senin (8/10) sore.
* Bupati Aceh Barat dan Nagan Raya Dilantik

JEURAM - Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah meminta Bupati dan Wakil Bupati Nagan Raya yang baru dilantik kemarin untuk menjaga dan melindungi Ekosistem Leuser, khususnya kelestarian Rawa Tripa di Kecamatan Darul Makmur yang bertetangga dengan Kabupaten Aceh Barat.

Imbauan itu disampaikan Gubernur Aceh seusai melantik Drs HT Zulkarnaini dan HM Jamin Idham masing-masing sebagai Bupati dan Wakil Bupati Nagan Raya periode 2012-2017 dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRK Nagan Raya yang berlangsung di gedung dewan setempat, Senin (8/10) sore.

Paginya, Gubernur Aceh lebih dulu melantik HT Alaidinsyah dan H Rachmat Fitri HD masing-masing sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Barat periode 2012-2017. Pelantikan itu berlangsung dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRK Aceh Barat di gedung dewan setempat.

Gubernur menyatakan penting dan relevan melindungi dan mempertahankan kelestarian Rawa Tripa, karena Pemerintah Aceh akan mengevaluasi semua kebijakan di rawa yang dilindungi itu, sehingga tidak ada lagi kebijakan pemerintah provinsi yang dapat menyebabkan rusaknya ekosistem rawa gambut tersebut.

“Nagan Raya memiliki areal hutan di wilayah Ekosistem Leuser. Oleh karenanya, kami berharap kepada Pemkab Nagan Raya untuk mendukung Pemerintah Aceh dalam melindungi kawasan tersebut, termasuk Rawa Tripa,” imbuh Gubernur Zaini.

Di sisi lain, sebagai kabupaten yang baru lahir dan berusia sekitar sepuluh tahun, berdasarkan indeks keberhasilan ekonomi dari Depdagri tahun 2011, pemekaran daerah ini tergolong berhasil. Penilaian itu berdasarkan banyak faktor. Di antaranya pendapatan daerah di Nagan Raya yang tergolong lumayan.

Namun, Zaini mengingatkan, penilaian itu jangan sampai membuat Pemkab Nagan Raya besar kepala. Sebab, dari segi potensi, pendapatan asli daerah (PAD) Nagan masih harus ditingkatkan lagi.

Lagi pula, pertumbuhan ekonominya masih relatif kurang memuaskan, berkisar 3,9 persen per tahun. Ia berharap dalam beberapa tahun mendatang, pertumbuhan ekonomi itu bisa ditingkatkan lagi selaras dengan pertumbuhan ekonomi provinsi yang berkisar 6,5 persen.

Gubernur mengingatkan, Nagan Raya memiliki sejumlah kekayaan alam seperti hasil laut, tambang, gas bumi, dan hasil bumi lainnya. “Semua kekayaan itu tentunya bisa digarap dengan baik dengan adanya investor,” ujar Zaini.

Saat melantik Bupati dan Wakil Bupati Aceh Barat, Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah meminta keduanya harus kompak dalam memimpin Aceh Barat. “Hal ini perlu saya ingatkan, sebab sebagian kepala daerah di Aceh pecah kongsi setelah terpilih,” ujar Gubernur Aceh.

Menurut Gubernur, apabila bupati dan wakilnya pecah kongsi, pastilah memunculkan kegelisahaan di kalangan pejabat daerah yang berakibat kepemimpinan jadi tidak solid dan program pembangunan berantakan. “Saya minta Saudara berdua harus berbulat tekad untuk tetap sejalan. Jika ada perselisihan, cepat komunikasikan agar masalahnya tidak berlarut-larut,” wejang Zaini.

Gubernur menilai rakyat Aceh Barat adalah masyarakat yang sudah dewasa dan matang dalam berdemokrasi. Gubernur juga meminta Bupati dan Wakil Bupati membangun komunikasi timbal balik dengan berbagai pihak di Aceh Barat, sehingga dengan semangat yang ditambah komunikasi yang baik seberat apa pun masalah yang muncul dalam proses pembangunan Aceh Barat dapat diselesaikan dengan baik.

Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Barat turut dihadiri Danrem 012/Teuku Umar, Muspida, pejabat sipil, militer, dan ribuan undangan baik dari kabupaten tetangga, Pemerintah Aceh, maupun dari Jakarta.

Sementara itu, saat membuka Sidang Paripurna Istimewa DPRK Nagan Raya itu, Ketua DPRK Samsuardi meminta bupati dan wakil bupati setempat menyusun program kerja selama lima tahun ke depan yang lebih prorakyat. Termasuk membangun rumah bagi kaum duafa dan masyarakat miskin tiap tahun dalam APBK setempat.

“Kita harapkan kesejahteraan masyarakat di Nagan Raya semakin lebih baik dan sesuai dengan program Pemerintah Aceh yang menargetkan akan membangun 100.000 rumah bagi kaum duafa dan masyarakat miskin di seluruh Aceh,” ujar Samsuardi alias Juragan. (edi/riz)

Sirih, Kado Gubernur untuk Ultah Tito

TAK banyak yang tahu bahwa hari pelantikan Bupati Aceh Barat, HT Alaidinsyah alias Haji Tito pada Senin (8/10) kemarin di Gedung DPRK Aceh Barat, bertepatan dengan hari ulang tahun (HUT)-nya yang ke-48.

Bahkan secara khusus dalam pidatonya, Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun kepada Tito yang disambut tepuk tangan meriah oleh ribuan undangan.

Menariknya lagi, saat memberikan uacapan salam sembari berjabat tangan, H Tito mendapat kado istimewa dari Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah. Kado itu berupa sirih (ranup) yang diisi dalam cerana berbalut kain kuning keemasan.

Kado sirih itu juga disesuaikan Gubernur Zaini dengan kesukaan Tito. Selama ini di Aceh Barat Tito dikenal sebagai pria yang doyan mengunyah sirih.

Tito lahir di Meulaboh, 8 Oktober 1964, punya istri bernama Hj Herliyani dan tiga anak bernama Teuku Fajar Mulia Ramadhan, Cut Indah Puti Seruni, Teuku Adian Makmur Rizqqullah.  Tito menamatkan SD Muhammadiyah Meulaboh tahun 1976, SMP Negeri 1 Meulaboh tahun 1980, dan SMAN Jeuram tahun 1983.

Sementara itu, seusai pelantikan di gedung dewan, Bupati Aceh Barat, HT Alaidinsyah dan Wakil Bupati, H Rachmat Fitri HD menerima tamu perdana sebegai kepala daerah, yakni Pemimpin Umum Harian Serambi Indonesia, H Sjamsul Kahar di ruang bupati. Sjamsul datang didampingi Waredpel M Nasir Nurdin serta wartawan Serambi Biro Meulaboh, Rizwan, Dedi Iskandar, dan Sa’dul Bahri.

Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Barat kemarin, bukan saja ramai di gedung DPRK, tapi juga ramai di posko yang didirikan secara khusus oleh tim Tito di pelataran Masjid Ujong Kalak, Johan Pahlawan. Di tempat ini tidak kurang 3.000 warga ikut menyaksikan pelantikan itu dengan menontonnya di tv monitor. Disediakan pula 3.000 nasi kulah kepada warga yang hadir. (riz)

Kepanasan akibat  Listrik Padam

Meski prosesi pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Nagan Raya peridoe 2012-2017 kemarin berjalan lancar, namun sebagian besar pengunjung yang berada di ruang sidang utama DPRK setempat, kepanasan dan gerah, sehingga berkeringat. Itu terjadi karena listrik padam.

Listrik tak lagi menyala justru seusai pelantikan dan para undangan sedang memberikan ucapan selamat kepada Bupati Drs HT Zulkarnaini dan Wabup HM Jamin Idham.

Akibatnya, para pengunjung terpaksa mengipas-ngipas diri dengan kertas atau bahan seadanya, karena tidak tahan didera suhu udara yang panas dan pengap.

Ujung-ujungnya, prosesi kegiatan yang semula lancar itu jadi tersendat sementara. Lampu baru menyala sekitar 10 menit kemudian, sehingga rombongan langsung menuju Kantor Bupati Nagan Raya yang berjarak sekitar 100 meter dari DPRK setempat guna menghadiri pelantikan Pengurus PKK Nagan Raya peridoe 2012-2017. (edi)
Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas