Selasa, 9 Juni 2026

Mahasiswa Unjukrasa ke DPRK Pidie

Ratusan mahasiswa yang menamakan diri Aliansi Mahasiswa Peduli (AMP) Pidie, Senin (8/10), berunjukrasa ke gedung DPRK setempat

Tayang:
Editor: bakri
zoom-inlihat foto Mahasiswa Unjukrasa ke DPRK Pidie
SERAMBI/M NAZAR
Mahasiswa yang tergabung di dalam Aliansi Mahasiswa Peduli (AMP) Pidie, Senin (8/10) mengusung spanduk dengan bermacam tulisan dalam aksi demo yang dilakukan di Kantor DPRK Pidie.
* Tuntut Dikembalikan iPad

SIGLI - Ratusan mahasiswa yang menamakan diri Aliansi Mahasiswa Peduli (AMP) Pidie, Senin (8/10), berunjukrasa ke gedung DPRK setempat. Dalam unjukrasa tersebut mahasiswa minta agar mengembalikan iPad yang mereka terima dari Pemkab setempat beberapa waktu lalu.

Dalam aksi tersebut mahasiswa juga mengusung spanduk dan poster dengan beragam tulisan antara lain ‘Dewan Poh Rakyat’ dan ‘Anggota Dewan Pike Keu Rakyat.’ Sekitar pukul 10.45 WIB, mahasiswa menggunakan sepeda motor tiba di halaman Kantor DPRK Pidie. Jelang beberapa menit tiba mobil pikup yang berisi alat pengeras suara di halaman dewan terhormat itu. Selang beberapa saat satu persatu mahasiswa berorasi di depan gedung dewan tersebut.

Anggota polisi dari Jajaran Polres Pidie yang duluan hadir di kantor tersebut langsung membuat pagar betis di pintu depan Kantor DPRK Pidie itu. Pendemo meminta pimpinan DPRK keluar dan menemui mereka. Tak hanya itu, pendemo minta Wakil Bupati Pidie, dihadirkan ke dewan untuk berdialog dengan mahasiswa. Setelah ditunggu pimpinan DPRK tidak keluar, akhirnya pendemo mendobrak pagar betis polisi. Sehingga sempat terjadi saling dorong mendorong antara polisi dengan pendemo. Kemudian polisi meminta kepada mahasiswa untuk tidak melakukan anarkis dan hak pendemo akan diberikan.

Mahasiswa melunak dan mundur. Selanjutnya mahasiswa memberikan waktu sepuluh menit untuk menghadiri pimpinan dewan dan wakil bupati. Sejenak satu mobil anggota dewan berusaha keluar dari kantor DPRK, tiba-tiba dihalangi massa. Tepat, pukul 11.15 WIB, Ketua DPRK Pidie, Muhammad AR SPdi, didampingi Wakil DPRK Pidie, Ir Muhammad Ali, Wakil Bupati Pidie, M Iriawan SE, Sekdakab H Said Mulyadi SE MSi menemui mahasiswa yang berkumpul di depan kantor dewan untuk melakukan berdialog.

Pendemo menuntut kepada dewan, agar iPad yang merupakan asset daerah yang telah diterima dewan supaya dikembalikan kepada Pemkab. Sehingga dana itu bisa dimamfaatkan untuk membangun sanitasi air di Gampong Lhok Panah, Kecamatan Sakti. Karena di gampong tersebut kekurangan air layak dikonsumsi. Bahkan, satu sumur harus digunakan ramai-ramai oleh warga. Juga pembangunan Gampong Pusong, Kecamatan Kembang Tanjong, yang kini masih sangat tertinggal. Dalam kesempatan itu mahasiswa juga minta pada Pemkab serius menertibkan kafe maksiat serta memperjelas defisit anggaran tahun ini.

Ketua DPRK Pidie, Muhammad AR mengatakan, pengadaan iPad kepada anggota dewan karena tuntutan zaman dan untuk kepentingan lembaga. Karena dengan adanya iPad, dewan bisa mengakses aturan-aturan di dalam alat elektronik canggih itu ketika pembahasan APBK Pidie. Mengenai pembangunan di Gampong Lhok Panah dan Pusong, kata Muhammad, dewan akan memplotkan dana pada tahun 2013, jika keuangan daerah mendukung. “Kami akan duduk kembali dengan wakil bupati. Jika adanya keluhan warga tolong dilaporkan secara tertulis ke dewan,” katanya.(naz)

Pidie tak Defisit Anggaran
Sementara itu, Wakil Bupati Pidie, M Iriawan di hadapan mahasiswa itu menjelaskan, pada tahun 2012 Pidie tidak lagi defisit anggaran, karena Pemkab telah bisa mengendalikan pendapatan dan belanja. Menurutnya, defisit itu justru terjadi tahun lalu dan telah ditutupi dengan dana DAU dan DAK. “Kita terjadi defisit 2011, tapi pada penghujung tahun tersebut kita telah mampu menutupinya,” kata M Iriawan. Dijelaskan juga, tentang keberadaan perusahaan pertambangan di Geumpang. Saat ini perusahaan tersebut masih melakukan survei.

Ditanya mahasiswa berapa perusahaan yang masih aktif melakukan eksplorasi. Kata, M Iriawan, dirinya tidak mengetahui karena masalah teknis ditangani oleh Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Pidie. Setelah mendengar penjelasan wakil bupati, massa masih bertahan di Kantor DPRK Pidie, menuntut untuk ditertibkan kafe remang-remang.(naz)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved