Minggu, 21 Desember 2014
Serambi Indonesia

Unsyiah Lepas 301 Sarjana Pendidik ke Luar Aceh

Kamis, 11 Oktober 2012 09:56 WIB

BANDA ACEH - Penjabat (Pj) Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Prof Dr Samsul Rizal MEng, Rabu (10/10) melepas 301 peserta SM3T (Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) setelah mereka mengikuti kegiatan prakondisi selama 12 hari (24 September-5 Oktober 2012) di FKIP Unsyiah.

Meski hampir semuanya kelahiran Aceh, tapi ke-301 peserta itu ditempatkan di luar Aceh selama setahun, yakni di Nusa Tenggara Timur (74 orang), Kalimantan Barat (102 orang), dan Kepulauan Riau (125 orang).

Samsul Rizal meminta peserta program ini memahami kearifan lokal di daerah tujuannya. Peserta juga harus menjalani hidup yang islami dan menunjukkan bahwa Islam itu rahmatan lil alamin. “Tunjukkan kepada dunia bahwa muslim itu bukan teroris,” ujar Samsul.

Dekan FKIP Unsyiah, Prof Dr Yusuf Aziz menyatakan, peserta SM3T mengemban tugas sebagai duta Aceh. Meski sebagian peserta bukan alumni Unsyiah, tapi mereka harus mengemban misi universitas. “Apalagi mereka nanti ikut Pendidikan Profesi Guru (PPG) di Unsyiah, sehingga otomatis menjadi alumni Unsyiah,” kata Yusuf Aziz.

Pelepasan itu dihadiri para pembantu dekan, ketua-ketua program studi, dan Guru Besar FKIP Unsyiah, narasumber dari Polda Aceh Kompol M Yunus Latief, Kepala BRI Unit AAC Dayan Dawood, dan pimpinan unit di lingkungan FKIP Unsyiah. Menandai pelepasan itu, Pj Rektor dan Dekan FKIP Unsyiah menyematkan secara simbolis atribut kepada peserta SM3T.

SM3T merupakan program Dirjen Dikti RI yang mengusung moto Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia melalui 3T (Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal). Selama mendidik di daerah 3T, peserta diberikan biaya hidup Rp2.500.000 per bulan selama setahun. Mereka juga diberi biaya perjalanan Rp300.000 per peserta.(dik)
Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas