Selasa, 23 Desember 2014
Serambi Indonesia

Hasilkan Apoteker Siap Pakai

Jumat, 12 Oktober 2012 09:11 WIB

SEJAK didirikan tahun 2007, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Farmasi Cut Meutia yang beralamat di Jalan Tgk Chik Ditiro, Banda Aceh, ini sudah melahirkan banyak tenaga apoteker yang kini bekerja di apotek-apotek di Aceh.

Menurut salah satu pendiri yang juga menjabat kepala sekolah di SMK tersebut, Dra Cut Surianty Apt, peluang kerja untuk tenaga kefarmasian di Aceh masih sangat besar. Disebabkan, pertumbuhan usaha apotek berkembang dengan sangat pesat di Aceh, selain menjamurnya rumah sakit swasta yang membutuhkan tenaga medis siap pakai.

Sehingga para lulusan SMK Farmasi ini, bisa langsung bekerja di rumah sakit dan pusat-pusat kesehatan masyarakat, menjadi pegawai Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), industri obat, industri makanan dan minuman, dan industri kosmetik. “Minimal mereka bisa langsung bekerja di apotek-apotek,” ungkap Cut Surianty, yang dulunya pernah menjabat Kepala BPOM Aceh itu.

Akibat tingginya permintaan SDM bidang kesehatan, pihak pengelola SMK Farmasi Cut Meutia ini pun bekerja sama dengan Yayasan Assyifa, untuk mendirikan Assyifa School yang lebih fokus pada jurusan analis kesehatan dan keperawatan.

“Assyifa School memanfaatkan gedung SMK Farmasi Cut Meutia, karena masih menunggu selesainya pembangunan gedung baru. Jam belajarnya dimulai dari siang hingga sore, setelah selesai jam belajar siswi SMK Farmasi,” jelasnya.

Untuk tenaga pengajar, kedua SMK ini mengambil tenaga-tenaga ahli di bidangnya, yang kebanyakan berasal dari kalangan swasta. “Kami sebenarnya sangat kekurangan guru yang berstatus PNS, namun kami tetap mengupayakan peningkatan kualitas mutu pendidikan dengan mengambil tenaga-tenaga profesional,” tambahnya.(yat)
Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas