Protes Bibit Karet 2011 tak Disalurkan
Empat kelompok tani dari Kecamatan Panton Reu, Aceh Barat, Kamis (11/10) mendatangi dan mengadukan ke DPRK setempat
MEULABOH-Empat kelompok tani dari Kecamatan Panton Reu, Aceh Barat, Kamis (11/10) mendatangi dan mengadukan ke DPRK setempat terhadap tidak disalurkan bantuan bibit karet tahun 2011 oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun). Pasalnya, lahan sudah siap ditanam dan anggaran pemeliharaan sudah disalurkan ke rekening tetapi hingga kini bibit tidak ada kejelasan. Apalagi kini sudah tahun 2012 sehingga bantuan itu semakin kabur.
Kedatangan mereka ke DPRK diterima anggota DPRK dari Komisi B, Tgk Bustanuddin, Ibnu Abbas, Ramli SE, dan Drs Meurah Ali. Mereka yang datang adalah Zainun (ketua kelompok tani Usaha Baru, Desa Meutulang), Nyak Ali (bendahara kelompok tani Bunggong Meulue, Desa Manggi), Bentara (ketua kelompok tani Bungong Pade Desa Tamping), dan Hasan Basri (ketua kelompok tani Sapu Bacut Desa Kuala Manye). Aksi itu juga ikut didampingi Mukim Mugo, Zainal Abidin dan Keuchik Metulang, Razuan. Dalam kesempatan itu, DPRK memanggil pihak Dishutbun yang dihadiri Kabid Pekerbunan, Danil Adrian SP.
Zainun mengungkapkan, bantuan bibit karet sudah sangat lama ditunggu oleh masyarakat calon penerima, tetapi sudah berganti tahun tidak ada kejelasan sehingga kian mengambang dan ketika dipertanyakan tidak pernah ada jawaban. Bahkan yang menjadi pertanyaan warga, uang untuk pembersihan lahan sudah masuk tetapi bantuan bibit tidak pernah sampai-sampai satu desa pun di Kecamatan Panton Reu. “Kedatangan petani ke DPRK ini sebagai bentuk kekecewaan terhadap tidak jelas bantuan yang sudah pernah diplot untuk petani,” ujarnya.
Menindaklanjuti hal itu, Bustanuddin, anggota DPRK Aceh Barat yang memimpin pertemuan itu mengatakan, dinas perlu menyampaikan kepada masyarakat kendala yang dihadapi sehingga menjadi jelas dan kasus gagal disalurkan tahun 2011 lalu merupakan hal buruk dan ini tidak boleh terjadi tahun 2012 ini. Karena itu, sudah disepakati pada 15 Oktober ini akan duduk dengan pihak-pihak yang mengadakan bibit karet tahun 2012 ini sehingga bisa segera disalurkan.(riz)
Sudah Diblacklist
KABID-Pekerbunan Dishutbun Aceh Barat, Danil Adrian SP mengungkapkan, rekanan yang gagal tahun 2011 lalu sudah diblacklist karena mereka tidak mampu merealisasikan apa yang sudah dimenangkan. Yakni ada 9 rekanan semua sedangkan nol persen realisasi anggaran sebanyak 3 rekanan untuk kelompok tiga kecamatan meliputi Panton Reu, Sungaimas, dan Pante Ceureumen. Sedangkan kecamatan yang terealisasi 100 persen adalah Kecamatan Bubon, Johan Pahlawan, dan Woyla dan lainnya juga terealisasi tetapi tidak 100 persen. Tiga rekanan itu sama sekali nol realisasi sehingga dari anggaran diplot untuk bibit karet Rp 15 miliar, sebesar Rp 5 miliar hanggus uangnya sehingga ditarik kembali ke provinsi sumber dana Otsus.
Danil mengungkapkan, untuk tahun 2012 juga ada diusul kembali program serupa yakni diikuti oleh rekanan lain dan dijanjikan pada 20 Oktober 2012 ini akan disalurkan dan diharapkan bisa direalisasi sebab masyarakat tani sudah menanti-nanti. Karena itu, diharapkan kasus yang terjadi karena rekanan tidak mampu merealisasikan tidak terulang tahun ini.(riz)