Toko Handphone Dijarah Maling
Toko Handphone Wita Phons yang terletak di Persimpangan Jalan Cut Nyakdhien-T Umar, Selasa (16/10) dini hari, dibobol
SUBULUSSALAM - Toko Handphone Wita Phons yang terletak di Persimpangan Jalan Cut Nyakdhien-T Umar, Selasa (16/10) dini hari, dibobol maling. Diduga maling masuk melalui jendela belakang toko, lalu menggasak beberapa jenis hp dan voucer yang dipajang di etalase. Akibat kejadian ini, diperkirakan pemilik toko mengalami kerugian hingga Rp 140-an juta.
Informasi yang dihimpun prohaba, toko seluler yang berada paling ujung sebelah kanan jalan Cut Nyakdhien tersebut, biasa beroperasi hingga 23.00 WIB. Karenanya, aksi pencurian diduga keras terjadi pada dini hari.
Pemilik Wita Phons, Nasruddin baru mengetahui tokonya dibobol pada pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB. Nasruddin yang membuka pintu tokonya itu terkejut ketika melihat kondisi barang dagangannya amburadul dengan dihiasi tumpukan dus handphone kosong berada di lantai. Setelah dicek oleh pemilik, ternyata beberapa handphone dari berbagai merk sudah tidak berada di tempatnya.
Nasruddin kepada wartawan mengatakan, toko tersebut memang tidak dijaga pada malam. Kondisi itu diduga telah tercium oleh pelaku sehingga melancarkan aksinya. Nasruddin pun memperkirakan pencurian ini terjadi pada dini hari. Pasalnya, selama ini toko di sana beroperasi hingga pukul 23.00 WIB.
Semula pemilik tidak menyangka kalau tokonya telah dibobol maling. Sebab pada bagian depan toko tidak ada tanda-tanda kerusakan, namun penjarah masuk dari belakang. Kerugian yang dialami Nasruddin ditaksir hingga Rp 140-an juta.
Pengamatan di lapangan, sejumlah rak dan lemari kaca yang selama ini digunakan untuk memajang sejumlah handphone terlihat sudah kosong. Pun demikian rak tempat kartu perdana dan voucer juga terlihat kosong. Kemudian pada bagian samping sebelah kiri toko terdapat sebuah kursi sepanjang satu meter lebih dengan posisi berdiri. Diduga, kursi tersebut ditegakkan oleh pelaku untuk naik ke lantai dua toko.
Kapolres Aceh Singkil AKBP Bambang Syafrianto S.IK yang dikonfirmasi melalui Kapolsek Simpang Kiri, Iptu Hadidin Desky, SH membenarkan kejadian tersebut. Namun Kapolsek Iptu Hadidin belum dapat menjelaskan secara rinci mengenai kasus itu lantaran personilnya masih mengumpulkan data ke lokasi kejadian. Kapolsek juga mengaku pihaknya telah mengecek langsung ke TKP.(kh)