Kamis, 2 April 2015

Bupati Minta PT Mifa tidak Mengecewakan

Selasa, 23 Oktober 2012 14:31

MEULABOH - Bupati Aceh Barat, HT Alaidinsyah meminta apa yang direncanakan PT Mifa Bersaudara selaku produsen batubara hasil eksploitasi dari bumi Aceh Barat benar-benar menjadi kenyataan dan tidak akan mengecewakan masyarakat. Karena selama ini, sering dilihat di mana-mana kehidupan masyarakat di sekitar perusahaan besar cenderung memprihatinkan.

“Karena itu, ke depan agar diberikan kesempatan yang lebih besar kepada tenaga kerja lokal. Selain itu perusahaan juga harus menjaga lingkungan di sekitar tambang dan pelabuhan sehingga tidak rusak,” pesan Bupati HT Alaidinsyah saat launching pengapalan batubara milik PT Mifa ke tongkang di Pelabuhan Jetty di Suak Indrapuri, Meulaboh, Senin (22/10) siang.

Kegiatan itu dihadiri Danrem 012/TU, Dandim dan Muspida, serta para jajaran Kepala SKPK jajaran Pemkab Aceh Barat. Selain launching juga dilakukan peusijuk Direktur Utama (Dirut) PT Mifa Bersaudara, Slamet Haryadi.

Menurut bupati, dengan telah dibukanya penambangan batubara di Aceh Barat akan berdampak positif terhadap tersedianya lapangan kerja, meningkatkan perekonomian masyarakat, peningkatan pendapatan bagi daerah.

Bupati yang akrab disampa Haji Tito, ini meminta PT Mifa memperhatikan lingkungan, baik sekitar tambang maupun pelabuhan, serta tidak merusak dan menggangu lingkungan. “Apabila hal ini tidak diperhatikan maka masyarakat dan pemerintah menanggung akibatnya. Sementara yang kita harapkan sama-sama dapat untung dan sama pula tidak dirugikan,” ungkap Bupati Alaidinsyah.(riz)

Investasi Rp 1,1 T
DIRUT PT Mifa Bersaudara, Slamet Hayadi mengungkapkan, perusahaan tetap komit menambang batubara di Aceh Barat, mengingat cadangan yang ada bisa sampai hingga 30 tahun ke depan. Ia mengatakan, investasi yang sudah dikucurkan untuk penambangan batubara ini mencapai Rp 1,1 triliun termasuk dana pembangunan pelabuhan batubara milik PTMifa di Penaga Cut Ujong Kecamatan Meureubo yang kini dalam pengerjaan fisik.

Slamet Hayadi mengaku tenaga kerja yang dipakai sekitar 70-80 persen adalah putra-putri Aceh khususnya Aceh Barat. Perusahaan, katanya, mempunyai program menyekolahkan 40 siswa sekitar tambang, dan ke depan siswa-siswa itu bisa bekerja di PT Mifa.(riz)

Halaman12
Editor: bakri
KOMENTAR

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas