Jumat, 19 Desember 2014
Serambi Indonesia

Bupati Minta PT Mifa tidak Mengecewakan

Selasa, 23 Oktober 2012 14:31 WIB

* Batubara Mulai Dikapalkan

MEULABOH - Bupati Aceh Barat, HT Alaidinsyah meminta apa yang direncanakan PT Mifa Bersaudara selaku produsen batubara hasil eksploitasi dari bumi Aceh Barat benar-benar menjadi kenyataan dan tidak akan mengecewakan masyarakat. Karena selama ini, sering dilihat di mana-mana kehidupan masyarakat di sekitar perusahaan besar cenderung memprihatinkan.

“Karena itu, ke depan agar diberikan kesempatan yang lebih besar kepada tenaga kerja lokal. Selain itu perusahaan juga harus menjaga lingkungan di sekitar tambang dan pelabuhan sehingga tidak rusak,” pesan Bupati HT Alaidinsyah saat launching pengapalan batubara milik PT Mifa ke tongkang di Pelabuhan Jetty di Suak Indrapuri, Meulaboh, Senin (22/10) siang.

Kegiatan itu dihadiri Danrem 012/TU, Dandim dan Muspida, serta para jajaran Kepala SKPK jajaran Pemkab Aceh Barat. Selain launching juga dilakukan peusijuk Direktur Utama (Dirut) PT Mifa Bersaudara, Slamet Haryadi.

Menurut bupati, dengan telah dibukanya penambangan batubara di Aceh Barat akan berdampak positif terhadap tersedianya lapangan kerja, meningkatkan perekonomian masyarakat, peningkatan pendapatan bagi daerah.

Bupati yang akrab disampa Haji Tito, ini meminta PT Mifa memperhatikan lingkungan, baik sekitar tambang maupun pelabuhan, serta tidak merusak dan menggangu lingkungan. “Apabila hal ini tidak diperhatikan maka masyarakat dan pemerintah menanggung akibatnya. Sementara yang kita harapkan sama-sama dapat untung dan sama pula tidak dirugikan,” ungkap Bupati Alaidinsyah.(riz)

Investasi Rp 1,1 T

DIRUT PT Mifa Bersaudara, Slamet Hayadi mengungkapkan, perusahaan tetap komit menambang batubara di Aceh Barat, mengingat cadangan yang ada bisa sampai hingga 30 tahun ke depan. Ia mengatakan, investasi yang sudah dikucurkan untuk penambangan batubara ini mencapai Rp 1,1 triliun termasuk dana pembangunan pelabuhan batubara milik PTMifa di Penaga Cut Ujong Kecamatan Meureubo yang kini dalam pengerjaan fisik.

Slamet Hayadi mengaku tenaga kerja yang dipakai sekitar 70-80 persen adalah putra-putri Aceh khususnya Aceh Barat. Perusahaan, katanya, mempunyai program menyekolahkan 40 siswa sekitar tambang, dan ke depan siswa-siswa itu bisa bekerja di PT Mifa.(riz)

Bagi Hasil 5 Persen

KADIS Pertambangan Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Kadistamperindagkop) Aceh Barat, Drs Zulkarnain mengungkapkan, bagi hasil dari penjualan batubara sesuai aturan sebesar 5 persen yang distorkan ke pemerintah pusat. Lalu pemerintah pusat membagikan lagi dari 5 persen itu masing-masing daerah penghasil Aceh Barat, Pemerintah Aceh, dan kabupaten/kota non penghasil. “Bagi hasil itu baru distor ke pusat oleh perusahaan itu ketika sudah lima hari penjualan,” ujarnya.

Ia menambahkan, selain itu juga ada pemberian 1 persen dari hasil penjualan dalam bentuk hibah kepada Aceh Barat dan sebesar 1 persen lagi untuk kesejahteraan masyarakat. Sedangkan jumlah ekspor batubara pertama dilakukan PT Mifa Bersaudara ini sebanyak 8.000 ton dan dalam tahun ini direncanakan sebanyak 58.000 ton.(riz)

Penutupan Pelabuhan Diperpanjang

KADIS Perhubungan Pariwisata dan Telekomunikasi Aceh Barat, Saiful AB mengungkapkan, dari rencana awal bahwa pada Senin (22/10) akan dilakukan launching pelepasan, akan tetapi karena ada sesuatu hal pada tongkang menyebabkan baru Senin dilakukan pengapalan dari penumpukan ke tongkang batubara.

Sedangkan penutupan pelabuhan untuk umum sesuai koordinasi dengan PT Mifa bahwa diperpanjang selama tiga hari ke depan (Senin-Rabu 22-25/10). “Rencana awal hari ini akan diberangkatan,” jelasnya.(riz)
Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas