Selasa, 23 Desember 2014
Serambi Indonesia

Jembatan Pange Ditutup 10 Hari

Selasa, 30 Oktober 2012 08:50 WIB

Jembatan Pange Ditutup 10 Hari - 301013foto_3.jpg
SERAMBI/MASRIADI
WARGA melintas di jembatan gantung Desa Rayeuk Pange, Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara, Senin (29/10), Jembatan itu sementara waktu ditutup, dan masyarakat bisa menggunakan jalur jembatan di Desa Asan Krueng Kreh, kecamatan yang sama.
Jembatan Pange Ditutup 10 Hari - 301013foto_6.jpg
* Ekses Warga Jatuh ke Sungai

LHOKSUKON - Jembatan gantung di Desa Rayeuk Pange, Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara sejak Senin (29/10) ditutup untuk umum. Penutupan yang diperkirakan berlangsung sampai sepuluh hari ke depan tersebut merupakan ekses jatuhnya warga ke sungai tersebut, Minggu (28/10) sekitar pukul 18.30 WIB.

Warga tersebut adalah Ti Andalan (53), Muhammad Khaidir (2), dan Maryati (28) warga Desa Buloh Kilometer Sembilan, Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara. Kasus warga jatuh ke sungai tersebut adalah yang kedua kali dalam enam bulan terakhir. Sebelumnya pada 21 Mei 2012, empat remaja desa setempat juga jatuh dari jembatan itu ke Krueng Keureutoe. Keempat remaja itu mengalami luka ringan.

Amatan Serambi, kemarin, sejumlah pekerja sedang memperbaiki lantai jembatan tersebut. Bagian depan jembatan dipasang papan pembatas agar warga tak bisa melintas. Warga yang ingin ke Kecamatan Pirak Timu berputar dan melewati jembatan gantung Desa Asan Krueng Kreh Kecamatan Pirak Timu atau lewat jalur Desa Parang Sikureung, Matangkuli, Aceh Utara.

Keuchik Rayeuk Pange, Abdul Wahab, menyebutkan pihaknya bersama Muspika Pirak Timu sepakat menutup jembatan itu sampai sepuluh hari ke depan. “Kami perkirakan pembuatan lantai jembatan itu selesai sepuluh hari. Setelah itu, jembatan tersebut dibuka kembali,” ujar Abdul Wahab.

Ia berharap Pemkab Aceh Utara memperbaiki jembatan tersebut secara menyeluruh. “Kalau dibangun lantai saja, tidak akan bertahan lama. Karena, kabel penyangga bagian atas jembatan juga sudah hampir putus. Kami harap ini bisa menjadi perhatian serius Pemkab Aceh Utara,” harap Keuchik.

Untuk diketahui, jembatan itu menghubungkan 23 desa di Kecamatan Pirak Timu dengan Kecamatan Matangkuli. Setiap hari tak kurang dari 500 kendaraan roda empat dan dua melintas di jembatan itu.(c46) 

Korban Pinggang Patah dan Gigi Copot

SETELAH jatuh dari jembatan Rayeuk Pange, Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara, Ti Andalan (53) alias Nek Andalan bersama dua cucuknya Muhammad Khaidir (2) dan Maryati (28) langsung dibawa warga ke Puskesmas Lhoksukon, Aceh Utara. Nek Andalan datang dari arah Pirak Timu menuju Matangkuli. Sesampainya di jembatan itu, sepmor Vario yang dikendarai Maryati berboncengan dengan Nek Andalan dan Khaidir hilang kendali. Nek Andalan jatuh ke sungai, sedangkan Maryati dan Khaidiri jatuh di lantai jembatan.

Irfan Daud, saksi mata kejadian itu, menyebutkan pinggang Nek Andalan patah dan satu giginya copot. Sementara, sepmor yang mereka tumpangi rusak ringan. Sedangkan kedua cucu Nek Andalan hanya luka ringan. Nek Andalan kini dibawa ke tukang urut di kampungnya Desa Buloh Kilometer Sembilan, Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara.(c46)

Usul dalam APBK 2013

SAAT ini, lantai jembatan sedang dibaiki Dinas Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK) Aceh. Dananya sebesar 150 juta rupiah. Jembatan itu harus direhab berat, karena kabel penyanggan bagian atas hampir putus. Jadi, untuk pergantian kabel itu dan rehab besi pengaman jembatan sebesar 550 juta rupiah kami usul dalam APBK 2013, semoga bisa tertampung.
* Risawan Bentara, Kadis Bina Marga Aceh Utara.(c46)
Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas