Senin, 11 Mei 2026

Peternak Uber-Uber Mengadu ke Dewan

Sejumlah peternak dari kawasan pereueren (peternakan) Uber-Uber, Kecamatan Mesidah, Kabupaten Bener Meriah, Senin (29/10)

Tayang:
Editor: bakri
REDELONG - Sejumlah peternak dari kawasan pereueren (peternakan) Uber-Uber, Kecamatan Mesidah, Kabupaten Bener Meriah, Senin (29/10) mengadu ke Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK). Para peternak ini, melaporkan aksi pembacokan terhadap ternak mereka dalam sebulan terakhir, yang diduga dilakukan warga setempat.

Menurut para peternak, aksi itu diduga akibat belum selesainya masalah sengketa lokasi peternakan dengan perkebunan di kawasan Uber-Uber. “Meski sebelumnya sudah ditengahi pihak dewan, namun sengeketa lahan peternakan dan perkebunan tak kunjung selesai. Bahkan mulai berujung ke pembacokan ternak,” kata Ketua Perueren Uber-Uber, H M Yunus yang dijumpai Serambi di DPRK Bener Meriah, Senin (29/10).

Dia menyebutkan, tujuh ekor kerbau milik peternak mengalami luka bacokan, salah satunya ditemukan mati. Yunus menduga, ternak itu dibacok oknum warga yang memiliki lahan kebun di seputaran areal peternakan. “Lokasi perueren itu sudah ditetapkan melalui qanun yang berarti bila ada aktivitas perkebunan, maka telah melanggar qanun.” tambahnya.

Yunus mengungkapkan hal tersebut menjadi dasar laporan pihaknya ke DPRK, selain kerbau peternak dibacok dan sudah beberapa kali dilaporkan. Disebutkan, sebanyak 30 peternak di Perueren Uber-Uber, mengharapkan kepedulian semua pihak, untuk menyelesaikan sengketa antara peternak dengan para petani yang membuka lahan perkebunan di areal peternakan.

“Karena lokasi peternakan sudah ditetapkan melalui qanun, seharusnya ada penertiban bagi warga yang membuka lahan di areal peternakan. Di sisi lain, meski telah beberapa kali dilakukan pertemuan namun masalah ini belum juga selesai,” ungkap H M Yunus.    

Sementara itu, beberapa perwakilan peternak yang mendatangi gedung DPRK diterima ejumlah anggota dewan. Satu persatu laporan dan keluhan para peternak diterima para wakil rakyat Bener Meriah itu. “Kami akan menampung setiap persoalan yang dilaporkan, namun untuk mencari solusi terbaik, tentu harus melibatkan semua pihak,” kata anggota DPRK, Marianto, menanggapi keluhan peternak.  

Disampaikan, dalam waktu dekat ini, dewan akan segera mengundang Muspida Bener Meriah, untuk menyelesaikan berbagai keluhan yang telah disampaikan para peternak di Kecamatan Mesidah. “Terhadap persoalan ini, kita harus duduk bersama menyelesaikan. Kita juga akan membahas kembali mengenai penerapan pelaksanaan qanun peternakan, sehingga tidak ada lagi keluhan serupa,” pungkas Marianto.(c35)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved