Tafakur
Mengingat Kuburan
Aku tidak melihat suatu pemandangan melainkan kuburan lebih mengerikan daripadanya
“Aku tidak melihat suatu pemandangan melainkan kuburan lebih mengerikan daripadanya” (HR. Ahmad & Tirmidzi).
Umumnya manusia merasa takut melihat kuburan terutama di malam hari. Menyeramkan saat membayangkan makhluk halus yang bergentayangan, meskipun sebenarnya hanya teronggok batu-batu nisan di atasnya. Namun bagi orang-orang beriman, bukan makhluk halus yang ditakutkan pada kuburan, tetapi keadaan orang-orang yang sedang berada di alam kubur.
Menurut Ibnul Qayyim, suasana kuburan yang tampak di atasnya berbeda dengan suasana di dalamnya. Secara lahirnya kuburan memang hanya tanah biasa, namun di dalamnya terdapat penyesalan dan siksa. Orang-orang yang di dalamnya banyak yang menyesal, akibat kehidupannya sewaktu di alam dunia tidak di jalan Allah. Apalagi siksaan demi siksaan datang silih berganti dari para malaikat.
Bahkan menurut sahabat Nabi SAW, Usman bin Affan, menangis manakala melihat kuburan. Apalagi tatkala ia mengingat bahwa Rasulullah s.a.w. pernah mengatakan, “Kuburan adalah awal dari kehidupan akhirat. Jika seseorang selamat daripadanya, maka setelahnya menjadi lebih mudah. Dan jika ia tidak selamat daripadanya, maka setelah itu akan lebih mengerikan.”
Karena itu, siapapun maunya tidak melupakan kuburan, walau mengerikan. Sebab, siapapun akan di antar ke sana, dan akan lama di alam sana. Dengan mengingatnya, kita akan tergugah untuk mempersiapkan teman, yaitu amal kebaikan.