Rabu, 10 Juni 2026

Warga Temukan Kerangka Manusia

Mayat dalam kondisi tinggal tulang berulang ditemukan di ungai Desa Alue Krueng Jantho Baru, Aceh Besar, Selasa (6/11) pagi

Tayang:
Editor: bakri
BANDA ACEH - Mayat dalam kondisi tinggal tulang berulang ditemukan di ungai Desa Alue Krueng Jantho Baru, Aceh Besar, Selasa (6/11) pagi. Kerangka itu diperkirakan mayat laki-laki bernama Dedy Gunawan (34) warga Buket Meusara, Kota Jantho, Aceh Besar, yang dilaporkan meninggalkan rumah 24 Oktober 2012 lalu.

Pernyataan menyebutkan kerangka itu adalah Dedy disampaikan kedua orang tua korban, Benjamin dan Rosnawati, setelah memastikan baju dan celana yang ada pada mayat itu merupakan pakaian dikenakan anaknya.

Kapolres Aceh Besar AKBP Sigit Kusmardjoko melalui Kasat Reskrim Iptu Aries Diego Kakori mengatakan kerangka manusia itu pertama kali ditemukan oleh Husen (47) warga Jantho Baru, Aceh Besar, sekira pukul 10.00 WIB.

Pagi itu Husen bermaksud mencari ikan, kebiasaan yang sering dilakukan pada saat air surut. “Kerangka itu pertama kali dilihat oleh Pak Husen berada di sungai yang bagian tengah dangkal. Karena merasa penasaran, ia melihat lebih dekat. Ternyata itu kerangka manusia,” kata Aries.

Kemudian kabar itu disampaikan ke Keuchik Jantho Baru dan selanjutnya bersama-sama mereka menuju ke lokasi itu untuk memastikan kembali. “Setelah yakin bahwa itu kerangka manusia, baru keuchik melaporkannya ke polisi,” ungkap Aries.

Kabar penemuan itu pun langsung menggemparkan warga. Bahkan informasi ini berkembang cepat sehingga Benjamin dan Rosnawati, yang diyakini kedua orang tua korban mendapatkan kabar itu.

“Mayat itu dibawa ke RS Jantho dan sempat dibawa ke RS Bhayangkara, untuk divisum. Karena kedua orang tua itu yakin kalau mayat tersebut anak mereka yang pernah dilaporkan meninggalkan rumah 24 Oktober 2012, bahkan pernah dirilis di Prohaba, sehingga mereka meminta tidak dilakukan autopsi lagi,” ujar Aries.

Sejauh ini pungkasnya polisi masih melakukan pengembangan dan penyelidikan. Meski keterangan yang disampaikan kedua orang tua korban, Dedy tidak memiliki musuh. Namun, kondisi jiwa korban terganggu dan memiliki riwayat penyakit epilepsi (ayan). (mir)

Mayat tak Dikenal di Lampulo
SEHARI sebelumnya, Senin (5/11) sekitar pukul 14.00 WIB, sesosok mayat tak utuh lagi ditemukan di bebatuan sekitar proyek pembangunan TPI baru, Lampulo. 

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Moffan MK SH melalui Kapolsek Kuta Alam Iptu Andri Permana Amd IK mengatakan mayat itu pertama kali ditemukan oleh Abas (27), operator beko yang sedang melaksanakan pekerjaan mengangkut batu di sekitar lokasi. Ia melihat bagian tangan mayat itu terangkat bersama batu yang akan dipindahkan.

“Karena merasa kaget, lalu Pak Abas melihat lebih jelas. Benar, yang dilihat itu ternyata tangan dari kerangka manusia, sehingga dia langsung ke basecamp pekerja untuk mengabari hal itu ke rekan-rekannya,” kata Kapolsek Kuta Alam menjawab Serambi Selasa (6/11).

Didampingi Kasie Humas Bripka Hamdani dan Kanit Reskrim Ipda Rusli, Kapolsek Kuta Alam itu menjelaskan kondisi mayat sudah tidak mampu diidentifikasi lagi, mulai jenis kelaminnya maupun identitas pada mayat yang nyaris tinggal kerangka itu. “Bagian yang masih utuh, pangkal paha, kaki dan tangan. Sementara wajah hingga paha (maaf bagian kelaminnya) sudah tidak dapat dikenali lagi, apa korban itu seorang pria atau wanita,” ujar Kapolsek.

Namun, Kapolsek menyebutkan dari pakaian, korban mengenakan celana ponggol motif belang-belang kombinasi warna hitam dan hijau serta memakai baju kaos putih. “Mayatnya telah dievakuasi oleh relawan PMI ke RSU Zainoel Abidin. Begitu juga tim identifikasi telah melakukan olah TKP. Sejauh ini kasus penemuan mayat itu masih dalam penyelidikan,” demikian Andri.(mir)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved