Senin, 2 Maret 2015

Ayah PE: Anak Saya bukan Pelacur

Kamis, 8 November 2012 11:04 WIB

Berita tersebut memuat peristiwa penangkapan dua anak baru gede (ABG) oleh WH (wilayatul hisbah/polisi syariah) dari Dinas Syariat Islam Kota Langsa pada pukul 03.30 dini hari Senin, 3 September 2012 di Lapangan Merdeka, Langsa. Dua ABG yang ditangkap WH itu adalah PE, anak Yusrin, dan seorang lagi berinisial IT, warga Langsa.

Berita Prohaba tanggal 4 September, melaporkan peristiwa itu dengan mengutip penjelasan Kepala Dinas Syariat Islam Kota Langsa, Ibrahim Latif. Berita itu diturunkan di halaman 2 diberi judul “Dua Pelacur ABG Dibeureukah WH”.

“Istilah `pelacur’ itu saya sangat keberatan,” ujar Yusrin kepada Prohaba di rumahnya, Desa Aramiah, Kecamatan Birem Bayuen, Aceh Timur, Senin (5/11) petang. Katanya, hal itu perlu diluruskan demi nama baik keluarga dan agar masyarakat semua tahu bahwa anaknya yang disebut PE itu bukan `pelacur’.

Yusrin juga menyampaikan kekesalannya kepada petugas WH. “Di depan ipar saya (makcik dari PE -red) para petugas itu menyebut berulang-ulang bahwa PE itu pelacur,” ujar Yusrin mengenang peristiwa yang menimpa anaknya.

Kasus yang disebut Yusrin itu menjadi pembicaraan umum ketika pada 6 Oktober 2012, warga menemukan PE tewas tergantung di rumahnya di Desa Aramiah, Birem Bayeun. Berbagai pendapat berkembang dalam masyarakat. Ada yang menduga PE memang bunuh diri, tapi Yusrin sendiri sempat mengemukakan kecurigaannya bahwa PE dibunuh oleh orang tertentu. Sebab, cukup banyak kejanggalan bila dikaitkan dengan tanda-tanda umum jika seseorang bunuh diri.

Kepada Prohaba/Serambi Indonesia  akhir September lalu, Yusrin sempat menyatakan, demi mengungkap kebenaran dia rela kalau kubur anaknya digali kembali dan jenazahnya diautopsi. (Baca berita Serambi hlm 1 edisi 28 September 2012). Namun kemudiannya, Yusrin memberi pernyataan kepada polisi bahwa dia membatalkan keinginan itu.

Ketika hal itu ditanyakan Prohaba Senin (5/11) lalu, Yusrin menjawab dia terpaksa membatalkan rencana itu, karena tidak punya dana. “Dari mana saya ambil uang kalau orang kerja itu nanti minta duit?” ujarnya.

Halaman123
Editor: bakri
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas