Selasa, 23 Desember 2014
Serambi Indonesia

Sekolah Berwawasan Lingkungan

Kamis, 8 November 2012 09:01 WIB

SMAN 2 Sabang berdiri tahun 1988 di Perikanan Kecamatan Sukakarya, Sabang. Setelah dihantam tsunami tahun 2004, proses belajar berpindah ke SMPN 5.  Atas bantuan Germany Red Cross, mereka bisa menggunakan gedung baru pada  September  2008  di Jalan Tinjau Alam, Aneuk Laot, Kecamatan Sukakarya.

Sejak  Nurcahaya menjadi kepala sekolah pada  25 Juli 2005, sekolah ini  terus berkembang, baik dari segi kualitas maupun kondisi sekolah secara umum. Ini karena Nurcahya disiplin dan tegas terhadap guru dan siswa. “Jika kita sudah disiplin, semua tujuan akan terwujud. Tapi kita harus memberi contoh,” katanya.

Dikatakan, saat ini terdapat 451 siswa dan 54 guru. Sebuah tantangan yang berhasil diterapkan adalah meningkatkan minat belajar siswa. Hasilnya,  siswa-siswi SMAN 2 banyak meraup prestasi, bahkan merupakan sekolah yang meraup prestasi terbanyak baik di tingkat Sabang maupun di tingkat nasional. Para siswa banyak yang menjadi juara olimpiade sains. Nurcahaya menyusun sejumlah prestasi ini dalam buku setebal seratus halaman lebih.

SMAN 2 Sabang yang berdiri di atas lahan dua hektare ini merupakan sekolah dengan konsep lingkungan dan pernah mendapat penghargaan dari Bapedalkep sebagai pemenang Lomba Sekolah Hijau. Juga juara adipura dan adiwiyata 2012.

Selain itu,  terpilih sebagai sekolah berwawasan lingkungan serta sekolah bersih dan sehat empat tahun berturut dari Bappedalkep Sabang. Juga ada penghargaan education award 2012 dari Internastional Human Resources Development Program (IHRDP). Sekolah ini jadi sekolah percontohan di Sabang.   (gun)
Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas