Rabu, 1 Juli 2015
Home » Opini

Pahlawan sebagai Sumber Inspirasi

Sabtu, 10 November 2012 15:56

Peringatan Hari Pahlawan merupakan kesempatan bagi warga negara, bukan saja untuk mengenang jasa-jasa dan pengorbanan para pejuang yang tak terhitung jumlahnya demi memperjuangkan tegaknya Republik Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945. Peringatan Hari Pahlawan 10 November juga telah merupakan kesempatan yang baik untuk selalu memupuk rasa kesadaran bangsa.

Saat ini, dalam tahun 2012, ketika negara dan bangsa kita memasuki periode baru yang penuh dengan berbagai masalah dan krisis, ada baiknya kita mengenang dan merenungi kembali arti Hari Pahlawan 10 November. Dengan begitu, kita akan ingat kembali bahwa berdirinya negara RI ini adalah hasil perjuangan dalam jangka waktu yang lama dari banyak orang yang terdiri dari berbagai suku, agama, keturunan ras, dan berbagai macam pandangan politik.

 Pahlawan kebenaran
Sewaktu kecil, kita pernah melihat dalam cerita perwayangan dikenal tokoh Arjuna dari Pandawa dinilai sebagai pahlawan yang membela kebenaran dari kebatilan. Kemudian di era modern kita pernah menonton film Power Rangers, Batman, Ultraman, Satria Baja Hitam, Pahlawan Bertopeng, dan lain sebagainya. Namun kita tidak tahu makna dari kata pahlawan itu sendiri. Pahlawan juga dipandang sebagai orang yang dikagumi atas hasil tindakannya, serta sifat mulianya, dan bisa menjadi teladan bagi masyarakat.

Pahlawan sering dikaitkan dengan keberhasilan dalam prestasi gemilang dalam bidang kemiliteran. Pada umumnya pahlawan adalah seseorang yang berbakti kepada masyarakat, negara, bangsa dan atau umat manusia tanpa menyerah dalam mencapai cita-citanya yang mulia, sehingga rela berkorban demi tercapainya tujuan, dengan dilandasi oleh sikap tanpa pamrih pribadi.

Seorang pahlawan bangsa yang dengan sepenuh hati mencintai negara bangsanya sehingga rela berkorban demi kelestarian dan kejayaan bangsa negaranya disebut juga sebagai patriot.Kategori pahlawan pun ada banyak, tergantung dengan prestasi yang disumbangkannya, seperti pahlawan kemanusiaan, pahlawan nasional, pahlawan perintis kemerdekaan, pahlawan revolusi, pahlawan proklamasi, pahlawan iman, pahlawan tanpa tanda jasa, pahlawan kesiangan, dan sebagainya.

Gelar pahlawan tentunya disandang karena yang bersangkutan memiliki jasa yang sangat besar bagi bangsa dan negaranya dan bukan hanya untuk kelompoknya. Klaim yang disampaikan kelompok tersebut seakan-akan kelompok lain memanfaatkan nama besar sang pahlawan untuk kepentingan politik sesaat. Tampaknya, dengan adanya klaim tersebut seakan menujukkan bahwa politik merupakan sesuatu yang buruk sehingga menggunakan wajah sang pahlawanpun dianggap tidak lazim.

 Krisis keteladanan
Di tengah krisis keteladanan terhadap seorang pemimpin, memunculkan kembali pahlawan dan tokoh-tokoh bangsa merupakan salah satu cara untuk membangkitkan nasionalisme. Ungkapan “bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawannya” yang memang benar adanya, perlu dimaknai dan disegarkan kembali. Sebab, di tengah bermunculannya tokoh-tokoh publik baru yang kerap menjadi idola anak-anak muda kita sekarang, jasa para pahlawan dan sejarah perjuangannya justru kerap terlupakan.

Halaman12
Editor: hasyim
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas