SerambiIndonesia/

Guru Besar UGM: Aceh Butuh Kajian Sosial Keagamaan

Aceh sekarang ini perlu melakukan pengkajian secara mendalam tentang berbagai isu sosial keagamaan

BANDA ACEH - Guru Besar Antropologi UGM, Yogyakarta Prof Irwan Abdullah mengemukakan, Aceh sekarang ini perlu melakukan pengkajian secara mendalam tentang berbagai isu sosial keagamaan yang mempunyai kontribusi bagi pemetaan dan penataan Aceh untuk masa yang akan datang.

Hal itu dikatakan Prof Irwan dalam paparannya saat menyampaikan materi pada acara Pelatihan Penulisan Proposal Penelitian Sosial Keagamaan Bagi Dosen, Jumat (16/11) di Aula Pascasarjana IAIN ArRaniry. Kegiatan yang dilaksanakan Lembaga Penelitian (Lemlit) IAIN Ar-Raniry itu diikuti 25 dosen dari lima fakultas dalam lingkungan IAIN yang telah lulus seleksi berdasarkan proposal penelitian yang diajukan.

Dalam kesempatan tersebut Prof Irwan mengharapkan, agar peserta pelatihan dapat fokus pada kajian yang telah dipaparkan secara mendalam. Katanya, jika hal itu dapat diwujudkan, maka akan melahirkan ahli-ahli bidang sosial keagamaan yang dapat memetakan persoalan Aceh secara lebih komprehensif dan mendalam. Sehingga dapat memberi kontribusi bagi pengembangan Aceh ke depan. Hasil penelitian, menurut Prof Irwan, sepatutnya menjadi ‘wisdom’ untuk pencerahan yang terwujud dalam kebijakan-kebijakan Pemerintah Aceh.

Menurut Ketua Lemlit, Dr Mujiburrahman MA, kegiatan itu didasarkan atas hasil evaluasi dalam kurun waktu dua tahun terakhir terhadap kualitas proposal dosen yang diajukan ke Lembaga Penelitian IAIN Ar-Raniry masih banyak yang belum memenuhi standar sebagai sebuah proposal yang berkualitas. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mencetak dosen yang handal dalam merancang dan melaksanakan penelitian, sehingga mampu mengakses sumber-sumber pembiayaan dari lembaga-lembaga donor pada tingkat nasional dan internasional.

Di samping itu, menurut Mujiburrahman, saat ini penelitian sosial keagamaan dengan menggunakan pendekatan antropologi dan sosiologi belum sepenuhnya diimplementasikan dengan baik dan belum menjadi sumber yang cerdas dalam penataan masyarakat Aceh.

Selain Prof Irwan, kegiatan pelatihan ini juga mendatangkan pemateri dari lingkungn IAIN sendiri, Dr Kamaruzzaman Bustamam Ahmad dosen Fakultas Syariah IAIN Ar-Raniry, Prof Dr Amirul Hadi Purek I IAIN Ar-Raniry.(rel/mis)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help