Pencak Silat Sumbang Satu Emas
Secara keseluruhan hingga hari terakhir, kontingen Aceh mengoleksi dua emas, lima perak, dan sembilan perunggu
Satu-satunya raihan emas di hari terakhir itu disumbangkan pesilat putri Elda Singkite yang menumbangkan Siska asal Riau dengan skor tipis 3-2. Elda yang tampil di kelas H bisa dibilang sebagai penyelamat wajah persilatan Aceh yang selama ini terkenal tangguh.
Dalam laga final yang digelar di Gelanggang Remaja Medan itu, lima pesilat dinyatakan kalah mutlak dari lawan-lawannya. Sedangkan dua pesilat lainnya di kelas G didiskualifikasi karena kelebihan berat badan tiga ons. Sementara Risky yang berlaga di kelas F putra diskors akibat menendang wajah lawannya hingga tak sadarkan diri.
“Silat sebenarnya cabang andalan. Tapi perolehan medali ini tak langsung otomatis bisa dijadikan patokan untuk menilai mereka,” kata Ketua Kontingen, Aceh Nuzuli MS.
Ia mengatakan sejak awal Aceh tidak menargetkan jumlah emas yang diraih, tapi lebih kepada jumlah atlet yang lolos ke Popnas. Menurutnya hingga kejuaraan dwi tahunan itu berakhir, sudah 24 atlet Aceh yang akan berlaga di Popnas 2013. Jumlah itu menurutnya lebih besar dari Popnas 2011. “Kalau jumlah atlet yang lolos ke Popnas tentu kita mengalami peningkatan. Karena memang itu yang kita kejar,” ujarnya.
Apalagi kata dia, cabang yang lolos di Popnas 2013 merupakan cabang olahraga yang selama ini kurang menjadi favorit, yaitu bulutangkis, dan tenis. “Kita berhasil meloloskan bulutangkis, dan tenis. Dulu-dulu tak pernah dua cabang ini lolos,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu Nuzuli berterimakasih kepada seluruh pelatih, ofisial maupun atlet yang telah menunjukkan perjuangan tanpa lelah. Ia optimis bila rasa percaya diri itu diimbangi dengan peningkatan kualitas, maka ke depannya dunia olahraga Aceh akan maju.(mad)