Rabu, 29 April 2015

Heboh Lahan Emas di Runding

Minggu, 25 November 2012 09:57

Heboh Lahan Emas di Runding

“Tidak perlu diragukan lagi, kami yakin patok tersebut untuk menandai lokasi penimbunan emas peninggalan Belanda,” kata Jaddam Basri (49), tokoh masyarakat Kecamatan Runding kepada Serambi, Sabtu (24/11) menanggapi heboh temuan lahan emas di lokasi berjarak sekitar 18 kilometer barat Kota Subulussalam dan 1,5 kilometer dari Kantor Camat Runding. Lokasi pilar tidak jauh dari Gunung Delapan antara Oboh dengan Kuala Baru.

Jaddam yang juga mantan Kepala Desa Panglima Sahman, Kecamatan Runding menjelaskan, patok buatan Belanda tersebut berlokasi di Lahan Usaha II Transmigrasi Runding. Di patok dari beton berukuran sekitar 1x1 meter itu tertera tulisan; Ducth 1 pr pilar 1934 ime open 1992 cts under mine gold coin Amouxt hevy 800721.

Belum terlalu jelas arti (maksud) tulisan di patok. Tetapi beberapa kalangan sudah berusaha menerjemahkan secara bebas. Jika mengacu ke Bahasa Inggris, maka artinya kira-kira “Pilar (patok) dibuat oleh Amouxt Hevy 800721, pada 1 Oktober 1934 di lokasi penemuan 1.992 batang atau koin emas.”

Menurut informasi, lahan sekitar satu hektare tersebut milik Kalam (36), warga Desa Tanah Tumbuh yang kini berdomisili di Pasar Runding, Kecamatan Runding.

addam Basri mengatakan, sebenarnya pilar atau patok Belanda tidak hanya di Runding namun juga terdapat di sejumlah lokasi lainnya seperti Desa Dah (disebut Pilar Selemeng) dibuat tahun 1933-1934. Ada juga pilar Kesumpat di  Kuala Keppeng, Lae Mbereng, Tapian Datok serta di Kayu Menang arah Singkil.

Jaddam yang relatif luas penguasaan sejarah Kecamatan Runding menyebutkan, pada tahun 1974 juga pernah turun TNI-AD menggunakan helikopter ke Kuala Keppeng. Menurut informasi yang didapat Jaddam, misi TNI waktu itu adalah melakukan pendataan pilar-pilar yang ada di lokasi tersebut.

Kabar penemuan tambang emas di Runding merebak cepat di kalangan masyarakat, baik cerita dari mulut ke mulut, sms, maupun via BlackBerry Massanger (BBM).  Di tengah santernya kabar itu, Serambi diserbu pertanyaan tentang kebenaran informasi yang berkembang.

Halaman1234
Editor: bakri
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas