Senin, 29 Desember 2014
Serambi Indonesia

Pengunjung Serbu Pasar Dadakan Porseni

Sabtu, 1 Desember 2012 11:25 WIB

 
* Mulai dari Pakaian Sampai Aksesoris


KUTACANE - Kegiatan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) dan Expo Madrasah II Kanwil Kemenag Aceh 2012 di Kutacane, Aceh Tenggara ikut disemarakkan dengan kehadiran seratusan pedagang musiman. Tak pelak, pasar dadakan itu diserbu para pengunjung seiring barang yang ditawarkan relatif terjangkau, mulai dari pakaian sampai aksesoris, selain makanan.

Para pedagang itu, bukan hanya dari kawasan Kabupaten Aceh Tenggara, tetapi juga berasal dari Sumatera Utara yang menjajakan barangnya di pelataran parkir Haji Syahadat Kutacane, Kecamatan Babussalam. Area itu merupakan pusat kegiatan Porseni dan Expo yang akan berakhir hari ini, Sabtu (1/12) yang berlangsung sejak 26 November 2012 lalu.

Para pedagang musiman itu sejak Senin (26/11) hingga Jumat (30/11) diserbu para pembeli. “Pengunjung terus memenuhi lapangan parkir, bukan hanya warga Agara, tetapi juga dari kabupaten/kota lainnya di Aceh yang kemungkinan juga peserta Porseni,” ujar Parman, salah seorang pedagang makanan kepada Serambi, Jumat (30/11) pagi.

Dia mengungkapkan barang yang ditawarkannya cukup murah, sehingga diminati para pengunjung. Disebutkan, pendapatan dari penjualannya sekitar Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu lebih per hari yang dinilainya sudak cukup memadai, bahkan sudah ada keuntungan di dalamnya.

Seperti dilansir sebelumnya, ajang Porseni dan Expo Madrasah ini diikuti seluruh kabupaten/kota di Provinsi Aceh dengan jumlah peserta ribuan orang. Sehingga, pusat pasar dadakan di sekitar lapangan Haji Syahadat Kutacane terus dipenuhi pengunjungi, bukan hanya warga lokal, tetapi juga para peserta Porseni.(as)

barang pedagang

* Pakaian anak-anak sampai orang dewasa
* Aksesoris untuk wanita
* Mainan anak-anak
* Makanan
* Hasil pertanian
* Dan lainnya

tanggapan bupati
Miliaran Rupiah

Bupati Aceh Tenggara, Ir H Hasanuddin B MM yang ditemui Serambi secara terpisah, Jumat (30/11) mengatakan peredaran uang selama Porseni cukup tinggi, mencapai miliaran rupiah. Dia mengaku kegiatan ini juga membantu perekonomian masyarakat, termasuk warga pedalaman yang ikut menjajakan hasil pertanian kepada para pengunjung.

Hasanuddin mengungkapkan seratusan pedagang dadakan yang datang dari berbagai daerah di Aceh, termasuk dari Sumatera Utara dan lainnya telah mendapatkan keuntungan dari kegiatan ini. Disebutkan, para pedagang rata-rata mampu memperoleh penghasilan sampai Rp 300 ribu/hari, bahkan ada yang lebih, sehingga perputaran uang diperkirakan mencapai Rp 1 miliar lebih.(as)
Editor: hasyim

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas