A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Warga Badak Uken Mulai Terserang Penyakit - Serambi Indonesia
Selasa, 25 November 2014
Serambi Indonesia

Warga Badak Uken Mulai Terserang Penyakit

Sabtu, 8 Desember 2012 11:45 WIB

Warga Badak Uken Mulai Terserang Penyakit
Warga yang trauma akibat tanah amblas di Gayo Lues, Jumat (12/7) masih menempati tenda pengungsian, Serambi/Rasidan

* Masih Bertahan di Pengungsian


BLANGKEJEREN - Warga Badak Uken, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues (Galus) yang mengungsi sejauh 1 km dari desanya dengan sebagian tanah amblas, retak dan bergeser mulai diserang berbagai jenis penyakit. Dari 145 KK berjumlah 690 jiwa, 81 jiwa di antaranya mulai mengalami demam, perut kembung atau juga batuk-batuk di tenda pengungsian.

Satu tim kesehatan (timkes) yang dikomandoi Kepala Puskesmas Dabun Gelang, Rohana MKes menyatakan pihaknya siap memberi pelayanan kesehatan kepada pengungsi yang jatuh sakit. Dia mengungkapkan sejak warga mengungsi ke tenda darurat pada Rabu (5/12/2012) lalu, sebanyak 81 pengungsi, khususnya wanita dan anak-anak mulai mendapat pengobatan.

“Para pengungsi yang jatuh sakit langsung diberi obat setelah diperiksa dan umumnya terserang penyakit ispa seperti demam, batuk serta perut kembung,” ujar Rohana saat ditemui Serambi, Jumat (7/12) di tenda pengungsian.

Dia menegaskan, tim kesehatan akan terus memberi pelayanan sampai para pengungsi pulang ke rumah masing-masing atau direlokasi ke tempat lain. “Tim kesehatan akan terus di lokasi pengungsi bersama warga,” kata Rohana didampingi petugas kesehatan lainnya.

Selain itu, dilaporkan, Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Aceh menyalurkan bantuan panik kepada seluruh warga desa tersebut dan telah ditempatkan di satu tenda pengungsian khusus untuk bantuan. Bantuan itu langsung disalurkan oleh Camat Dabun Gelang, Khairudin SPd, dibantu perangkat desa kepada seluruh kepala keluarga.

Pantauan Serambi, kemarin, warga masih bertahan di tenda pengungsian karena masih mengkhawatirkan kondisi desanya yang bisa mengancam keselamatan jiwa mereka. Tetapi, sebagian pengungsi tetap pulang-pergi dari tempat pengungsian ke rumah masing-masing saat siang hari dan malam hari kembali berkumpul di pengungsian.

Pada malam hari, kaum laki-laki berjaga-jaga di sekitar desa atau juga lokasi pengungsian dengan tujuan mencegah terjadinya hal-hal yang tak diinginkan, seperti bencana datang lagi atau juga hal lainnya. Sedangkan anak-anak tetap bersekolah seperti biasa, namun kewaspadaan tetap dijaga, khususnya saat cuacu buruk atau hujan turun.

Sebelumnya, Kadisdik Galus  mengaku, berdasarkan laporan warga, rata-rata murid SDN 7 Dabun Gelang sudah ikut orang tuanya pindah rumah atau mengungsi ke Desa Badak Umah dan Sangir. Murid-murid sekolah tersebut akan dititipkan di sekolah-sekolah lain yang terdekat dengan tempat tinggal orang tuanya sementara waktu.

Seperti dilansir harian ini, perbukitan di Kampung Badak Uken (ada yang menyebut Kampung Blang Temung), Kecamatan Dabun Gelang (sebelumnya masuk Kecamatan Blangkejeren), Kabupaten Gayo Lues (Galus), sejak beberapa hari terakhir amblas dan terdapat retakan di sejumlah titik. Fenomena ini memunculkan panik massal sehingga hampir seluruh warga kampung tersebut mengungsi.

Badak Uken adalah satu dari 12 kampung di Kecamatan Dabun Gelang yang merupakan pemekaran dari Kecamatan Blangkejeren. Kampung ini berjarak sekitar 1,5 jam bersepeda motor dari Blangkejeren (ibu kota Galus) melewati jalanan yang belum beraspal, sungai, dan naik turun perbukitan. Perkampungan di arah timur Blangkejeren ini diapit dua gugusan perbukitan yang berbatasan dengan Kabupaten Aceh Tenggara.(c40)

jenis penyakit
* Demam
* Batuk
* Perut Kembung

Camat Salurkan Bantuan Dinsos

Camat Dabun Gelang, Khairudin SPd, Jumat (7/12) mengatakan bantuan dari Dinsos Aceh mulai dibagikan kepada warga Badak Uken sesuai dengan jumlah KK, baik yang mengungsi maupun yang masih bertahan di desa. “Dari 145 KK dengan jumlah 690 jiwa tersebar dalam tiga dusun dibawah satu kepala Desa,” kata Camat Khairudin. Tiga dusun tersebut yakni Genting, Jamurih dan Badak Uken.

Dikatakan, bantuan Dinsos Aceh berupa baju kaos kuning untuk laki-laki 300 potong dan baju daster 200 potong. Kemudian tenda biru 100 lembar, tenda keluarga 20 unit, selimut 200 lembar, family kits dan foodware 290 paket ditambah kitware 60 paket.

Selain itu bantuan berupa minyak goreng 290 liter, gula pasir 100 kg, makanan siap saji 300 paket, ikan sarden 3.600 kaleng serta sambal dan kecap, masing-masing 1.920 botol. “Meskipun warga mengungsi bersama-sama, tetapi untuk urusan memasak, warga disarankan pulang ke rumah masing-masing,” sebut Camat Khairudin.(c40)

---
DIBUTUHKAN WARTAWATI


HARIAN SERAMBI INDONESIA membutuhkan segera calon
wartawan dengan persyaratan:
1. Wanita, belum menikah, maksimal usia 25 tahun
2. Pendidikan sarjana (S1)
3. Indeks Prestasi Komulatif (IPK) minimal 2,75
4. Mampu berbahasa Inggris dan bahasa Aceh dengan baik
5. Bersedia mengikuti masa magang/pelatihan selama 3 (tiga) bulan
6. Bersedia tidak menikah selama 2 (dua) tahun sejak diterima
7. Diutamakan yang memiliki pengalaman jurnalistik

Lamaran ditujukan ke:
Bagian PSDM Harian Serambi Indonesia
Jalan Raya Lambaro Km 4,5 Desa Meunasah Manyang PA, Ingin
Jaya, Aceh Besar, Banda Aceh.

Paling lambat dua minggu setelah pengumuman ini

7 Desember 2012
Editor: hasyim

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas