Jumat, 28 November 2014
Serambi Indonesia

DIPA Aceh Rp 28,3 T

Selasa, 11 Desember 2012 10:32 WIB

DIPA Aceh Rp 28,3 T
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun 2013 kepada Gubernur Aceh dr Zaini Abdullah di Istana Negara , Jakarta, Senin (10/12). ANTARA/Prasetyo Utomo
* Presiden: Salam Saya kepada Aceh

JAKARTA - Provinsi Aceh dan seluruh kabupaten/kota, termasuk instansi-instansi vertikal di Aceh, menerima dana Rp 28,3 triliun lebih pada tahun anggaran 2013. Angka ini meningkat tajam dibandingkan penerimaan pada 2012 sebesar Rp 19,1 triliun dan Rp 15,2 triliun pada tahun anggaran 2011.

Dokumen yang berisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2013 senilai Rp 28,3 triliun itu diserahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kepada Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah di Istana Negara, Senin (10/12), seusai peringatan Hari HAM Sedunia dan Hari Antikorupsi.

Presiden SBY secara khusus memesankan kepada Gubernur Zaini Abdullah agar menggunakan dana tersebut sebaik-baiknya untuk kepentingan pembangunan ekonomi.

“Dan sampaikan salam saya kepada rakyat Aceh,” kata Presiden saat menyerahkan dokumen DIPA tersebut kepada Gubernur Zaini. Ini adalah kali pertama bagi Gubernur Zaini menerima dokumen DIPA sejak dilantik sebagai Gubernur Aceh pada 25 Juni 2012.

Sesuai isi dokumen DIPA yang copy-nya diperoleh Serambi di Jakarta kemarin, khusus untuk Pemerintah Aceh memperoleh anggaran Rp 8,1 triliun. Terdiri atas dana penyesuaian Rp 455,5 miliar, Dana Otonomi Khusus (Otsus) Rp 6,22 triliun, Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp 75,1 miliar, Dana Alokasi Umum (DAU) Rp 1,09 triliun, Dana Bagi Hasil (DBH) Sumber Daya Alam Rp 92,2 miliar, dan Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak dan Cukai Hasil Tembakau Rp 252,6 miliar.

Anggaran Rp 28,3 triliun yang akan diterima tahun 2013 itu, terdiri atas dana transfer yang diterima provinsi dan seluruh kabupaten/kota di Aceh Rp 22,2 triliun, ditambah dengan dana yang disalur melalui kementerian/lembaga terkait (instansi vertikal) sebesar Rp 6,1 triliun.

Gubernur berjanji akan mengawasi secara ketat penggunaan anggaran pembangunan tersebut, sebagaimana dipesankan Presiden SBY. “Kepada Kepala SKPA saya pesankan agar bekerja jujur dan transparan. Jangan satu rupiah pun dicuri dari uang pembangunan ini,” pesan Gubernur Zaini melalui Serambi seusai menerima dokumen DIPA 2013.

Gubernur mengatakan, dana yang diterima Aceh harus sesuai dengan peruntukan, tidak diselewengkan, dan terserap tepat waktu. Pemerintah Aceh akan melakukan kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP), aparat kepolisian dan kejaksaan untuk mengawasi penggunaan anggaran tersebut. “Kita ingin seluruh penggunaan anggaran ini diketahui oleh publik dan diawasi secara ketat,” tukas Gubernur Zaini.

Ia mengaku tidak ingin selama kepemimpinanya terjadi penyelewengan anggaran yang dilakukan aparat Pemerintah Aceh. “Aceh harus keluar dari peringkat nomor dua provinsi terkorup di Indonesia,” sebut Zaini bersemangat.

Disebutkan juga pengawasan dan koordinasi akan dilakukan dengan instansi vertikal yang mengelola penggunaan anggaran kementerian/lembaga di Aceh. “Secepatnya saya akan panggil pejabat instansi vertikal di Aceh dan ingin mengetahui program apa saja yang akan dikerjakan untuk Aceh. Pokoknya kita mau semua benar-benar transparan,” ujar gubernur.

Gubernur menjadwalkan, DIPA untuk kabupaten/kota se-Aceh diserahkan pada 17-19 Desember mendatang. “Kita segera serahkan ke daerah agar bisa dimanfaatkan secepatnya,” lanjut gubernur.

Gubernur Zaini menekankan bahwa Aceh akan menitikberatkan pembangunannya dalam bidang infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. “Kita masih membutuhkan inbrastruktur jalan, jembatan, pengairan, dan air bersih,” demikian Gubernur Zaini. (fik)

-- 
Mau berkarir jadi Wartawati?


Jika Anda wanita berpenampilan menarik, cerdas, lincah, cair dalam bergaul, dan pekerja keras, maksimum 25 tahun, S1 ber IPK tinggi, belum menikah, bergabunglah bersama kami!

Profesi sebagai wartawan tersedia buat Anda, terutama yang sudah berpengalaman atau berbakat jadi wartawan, mampu berbahasa Inggris dan Bahasa Aceh dengan baik, bersedia menunda menikah selama dua tahun sejak diangkat, Andalah yang kami cari!

Yang lolos seleksi awal akan dipanggil melalaui telepon selular untuk tes lanjutan dan kemudiannya mengikuti pelatihan/magang selama tiga bulan.

Kesempatan terbatas, kirimkan lamaran berserta CV dan foto ke BAGIAN PSDM Harian Serambi Indonesia Jalan Raya Lambaro, Km 4,5 Tanjung Permai Aceh Besar, paling lambat 21 Desember 2012.
Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas