A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Waspadai Kosmetik Produk Singapura - Serambi Indonesia
Minggu, 23 November 2014
Serambi Indonesia

Waspadai Kosmetik Produk Singapura

Sabtu, 15 Desember 2012 14:37 WIB


* Banyak Kosmetik Luar Negeri tak Miliki Izin Edar


BANDA ACEH - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Aceh menemukan banyak kosmetik luar negeri seperti Singapura, Malaysia dan India, beredar di Aceh tanpa izin. Konsumen di Aceh diminta tidak menggunakan produk-produk tersebut, karena produk yang tidak ada izin edar tidak terjamin keamannya.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pemeriksaan dan Penyidikan (Kabid Pemdik) BBPOM Aceh, Drs Hasbi Apt MM, usai menyampaikan sambutannya pada Forum Koordinasi Satgas Pemberantasan Obat dan Makanan, di Hotel Kuala Radja, Banda Aceh, Jumat (14/12) siang.

Menurut Hasbi, dari sekian banyak kosmetik ilegal dari luar negeri, kosmetik produk Singapura paling dominan dijual di pasaran. Hal ini, tambahnya, diketahui berdasarkan hasil razia yang dilaksanakan BBPOM di wilayah Kabupaten Aceh Barat dan Aceh Selatan, sejak 11 hingga 13 Desember 2012. (Lihat, produk-produk tak berizin)

“Kosmetik luar negeri yang terlihat dari kemasannya itu, juga pernah kami temukan di wilayah Kabupaten Aceh Utara dalam razia yang kami lakukan sebelumnya,” ujar Hasbi.

Dia menyebutkan, kosmetik produk Singapura, Malaysia dan India yang beredar di Aceh tanpa izin tersebut, berupa cream dan bedak padat. “Bila sebuah produk tidak memiliki izin edar, maka keamanan kosmetik yang dijual bebas itu tidak dapat dijamin sepenuhnya,” papar Hasbi.

Bisa jadi, kata Hasbi lagi, kosmetik tersebut mengandung bahan pemutih dan merkuri (Hg) yang dapat menimbulkan efek samping. Misalnya, perubahan warna kulit, menyebabkan bintik-bintik hitam pada kulit, alergi, iritasi kulit, kerusakan permanen pada susunan syaraf, otak, ginjal serta gangguan perkembangan janin.

Bahkan, menurut Kabid Pemdik BBPOM Aceh ini, dalam jangka pendek pada dosis yang tinggi dapat menyebabkan muntah-muntah, diare, kerusakan ginjal dan menyebabkan kanker.(mir)

Produk-produk tak Berizin


BERDASARKAN data yang diperoleh Serambi dari pihak BBPOM, beberapa produk kosmetik Singapura yang tidak memiliki izin edar antara lain, Pond’s, Original DR 20 gr, Olay Bedak Pond’s White Detox (coklat), Pond’s White Detox (pink), Pond’s Flawess, Pond’s Age Miracle. Sedangkan kosmetik produk India yang tak berizin yaitu Arzoo.

Selain itu, petugas BBPOM juga pernah menemukan dan menyita Temulawak asal Malaysia. “Intinya sebuah produk yang dijual di pasaran tapi tidak terdaftar di BBPOM atau di Departemen Kesehatan, masih harus diragukan pemakaiannya. Jadi, jika ingin membeli kosmetik, belilah yang terdaftar di BBPOM dan Depkes. Ini tertera di kemasannya,” pungkas Hasbi.(mir)
Editor: hasyim

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas