UMN-Huawei Sinergikan Dunia Pendidikan dan Industri
Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan anak didik dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi.
UMN
akan mengadopsi kurikulum Cloud-Pipe-Device milik Huawei khususnya
dalam teknologi IP dalam mata pelajaran inti dan pilihan serta
mendirikan Huawei University Teaching Laboratory untuk memenuhi
kebutuhan mengajar.
Huawei akan melakukan program TTT
(Train-The-Trainer) dan melatih para pelatih UMN agar memiliki
sertifikat HCSI (Huawei Certified System Instructor) sehingga para
instruktur dapat memberikan pelatihan kepada anak didik.
Wakil
Rektor UMN, Muliawati Siswanto mengatakan, kerja sama dengan industri
penting agar kampus bisa menyinergikan pendidikan untuk menjawab
kebutuhan dan tren industri.
“Dalam era globalisasi dan
persaingan sengit dalam mendidik para lulusan berkaliber tinggi yang
penuh dengan kecakapan, kerjasama dengan industri adalah sesuatu yang
bersifat sangat
inovatif untuk pengembangan bakat dan penyuburan
kurikulum. Sesuai dengan cita-cita kami untuk mengajar para mahasiswa
menjadi ahli di setiap bidang pengetahuan mereka”, katanya seperti
dikutip dari rilis resmi yang diterima Kompas.com.
Sebagai
kampus yang seluruh jurusannya selalu bersinggungan dengan teknologi,
Muliawati menyadari bahwa UMN harus terus meningkatkan wawasan para
pengajar demi pendidikan yang lebih baik kepada para mahasiswanya.
Dengan demikian, para lulusan yang dihasilkan pun bisa diterima dengan
baik di dunia profesional.
CEO Huawei Indonesia, Vincent Li,
mengatakan kemajuan teknologi dan bisnis belakangan ini berpengaruh pada
kebutuhan sumber daya manusia yang memiliki keahlian yang berkaitan
langsung dengan teknologi. Oleh karena itu, sinergi antara dunia
pendidikan dan industri sangat dibutuhkan.
"Ini merupakan bukti
dari komitmen Huawei untuk selalu memberikan dukungan yang menyeluruh
kepada kemajuan ekosistem teknologi informasi dan komunikasi Indonesia
dengan memelihara bakat cemerlang dari usia muda, untuk menjembatani kebutuhan yang dibutuhkan oleh teknologi masa depan dengan fasih," katanya.