Dua Pria Bangladesh Ditangkap di Bandara Polonia
Senin, 24 Desember 2012 16:38 WIB
Berita Terkait
- Polisi Amankan Lokasi Launching Pilkada Subulussalam
- Minggu Juga Bisa Bisa Urus SKCK
- Polisi Temukan Pabrik Narkoba di Mangkubumi
- Wali Kota Medan Resmi Dinonaktifkan
- Korban Pemerasan Polisi Trauma
- Satu Korban Tenggelam Ditemukan
- Dana UN belum Cair, Kepsek Terutang
- Brimob Polda Sumut Tewas Dikeroyok
- Polisi Bekuk Kawanan Penculik
- Ingin Mulus, Mantan Model Suntikkan Minyak Goreng…
Laporan Rahmad Wiguna | Medan
SERAMBINEWS.CONM, MEDAN - Dua pria berkebangsaan Bangladesh yang diduga imigran gelap ditangkap petugas imigrasi di Bandara Polonia, Medan, Minggu (23/12/2012) malam.
Kedua pria yang disebut berusia 24 tahun dan 26 tahun itu dipastikan tidak memiliki paspor. Keduanya kemudian diboyong ke Kantor Imigrasi Polonia, Jalan Mangkubumi, Medan Maimun.
"Diduga imigran gelap. Tapi belum diketahui tujuan mereka," kata petugas Bagian Pengawasan Orang Asing Kantor Imigrasi Polonia, Rahmad Larosa, Senin (24/12/2012).
Awal penangkapan itu sendiri saat keduanya berada di Bandara Polonia dengan sikap mencurigakan. Petugas yang tak ingin kecolongan dengan aksi negatif, berinisiatif memeriksa keduanya.
Rahmad menyebutkan, kedua pelaku hingga siang ini masih terus diperiksa intensif.
"Data lebih lanjut belum bisa diberikan, karena identitas mereka masih dianalisis," kaata Rahmad ketika ditanya identitas kedua pelaku.
SERAMBINEWS.CONM, MEDAN - Dua pria berkebangsaan Bangladesh yang diduga imigran gelap ditangkap petugas imigrasi di Bandara Polonia, Medan, Minggu (23/12/2012) malam.
Kedua pria yang disebut berusia 24 tahun dan 26 tahun itu dipastikan tidak memiliki paspor. Keduanya kemudian diboyong ke Kantor Imigrasi Polonia, Jalan Mangkubumi, Medan Maimun.
"Diduga imigran gelap. Tapi belum diketahui tujuan mereka," kata petugas Bagian Pengawasan Orang Asing Kantor Imigrasi Polonia, Rahmad Larosa, Senin (24/12/2012).
Awal penangkapan itu sendiri saat keduanya berada di Bandara Polonia dengan sikap mencurigakan. Petugas yang tak ingin kecolongan dengan aksi negatif, berinisiatif memeriksa keduanya.
Rahmad menyebutkan, kedua pelaku hingga siang ini masih terus diperiksa intensif.
"Data lebih lanjut belum bisa diberikan, karena identitas mereka masih dianalisis," kaata Rahmad ketika ditanya identitas kedua pelaku.
